Tolak Islam nusantara

Meulaboh, Aceh, (ANTARA News) – Wakil Bupati (Wabup) Aceh Barat, Provinsi Aceh, H Banta Puteh Syam mengajak santri di daerah setempat menolak aliran paham Islam nusantara karena dinilai bertentangan dengan aqidah Islam yang sebenarnya.

“Santrilah harapan kita sebagai pelekat tangung jawab utama. Kalau memang Islam nusantara itu bertentangan dengan aqidah, maka suarakan. Kalau saya sendiri jelas menolak karena paham Islam nusantara itu berdiri sendiri,” katanya di Meulaboh, Jum`at.

Hal itu disampaikan, usai pelepasan pawai ta`aruf memperingati hari santri nasional tingkat Provinsi Aceh 2018, yang dipusatkan di Meulaboh, Aceh Barat, sebagai tuan rumah mengadakan beragam perlombaan dan kegiatan bernuansa Islami.

Ia menambahkan santri adalah harapan umat Islam di Aceh untuk ikut berperan dalam menanggapi berbagai isu dan persoalan umat, ajaran agama yang sudah ada sejak dahulu dengan aqidah yang kuat harus dipertahankan dan diamalkan.

Momen ini juga diharapkan kepada santri untuk memahami dinamika perkembangan agama dan kepercayaan di Indonesia yang majemuk, perbedaan itulah yang menyatukan, dan santri harus ikut andil merespon, berinteraksi secara baik.

“Santri harus bisa menyampaikan pendapat secara intelektual sehingga bisa diterima oleh semua pihak. Kita sangat berharap kebersamaan ukuwah Islamiah pihak santri, karena santri merupakan penanggung jawab dan perekat kepentingan umat,” tambahnya.

Banta Puteh Syam selalu menyampaikan pandangannya pada setiap pertemuan secara formil maupun di luar forum diskusi agar jangan menelan mentah-mentah ajaran atau aliran baru yang tumbuh di Indonesia, karena belum tentu semua itu benar.

Apalagi seperti paham Islam nusantara yang menurutnya tidak benar apabila mengubah lafadz (bacaan) huruf Qur’an atau bahasa arab, seperti takbir untuk ibadah shalat dan sebagainya, karena semua itu sudah ada ketentuan dari Qur’an dan hadist.

Ketentuan itu, kata dia, tidak bisa diubah hanya karena kepentingan politik sesaat atau golongan tertentu, apalagi sampai ada pihak yang mendiskriminasi pemahaman ajaran agama Islam yang telah dipercaya selama ini.

Pawai taaruf di daerah tersebut diikuti ratusan santri pelajar pondok pesantren dengan menggenakan pakaian serba putih, ada pula yang berseragam sesuai asal tempat mereka belajar, santri berjalan berkeliling seputar Kota Meulaboh.*

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

IDHOKI.COM (http://199.188.200.23) adalah Situs Agen Judi Bola & Live Casino Online yang menyediakan cara main sbobet indonesia paling mudah dan praktis melalui Whatsapp, Livechat, BBM, dan Wechat untuk permainan seperti taruhan judi bola, rolet, bakarat, classic game dan masih banyak lagi.

Flash Mob Indonesia Menari 2018

Sejumlah penari membawakan tarian kolaborasi modern dan tradisional dalam Flashmob Indonesia Menari 2018 pada Car Free Day, di Dago, Bandung, Jawa Barat, Minggu (14/10/2018). Acara tersebut merupakan rangkaian awal dan pengenalan kepada masyarakat tentang gelaran Indonesia Menari 2018 yang dilaksanakan serentak di empat kota yakni Bandung, Jakarta, Semarang dan Solo pada 11 November mendatang. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/ama

Penutupan MTQ di Deli Serdang

Penutupan MTQ di Deli Serdang

Wakil Presiden Jusuf Kalla memukul beduk pada penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVII, di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (12/10/2018). Provinsi DKI Jakarta menjadi juara umum pada MTQ Nasional yang diikuti 1.550 kafilah dari 34 provinsi tersebut. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/aww.

BMKG: Gempa bumi Bitung tak berpotensi tsunami

Jakarta (ANTARA News) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyatakan gempa bumi tektonik berkekuatan 5,2 skala Richter yang mengguncang Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara pada pukul 12.34 WITA tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, menjelaskan hasil analisis terkini BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan M=5,2 (update) terjadi dengan koordinat episenter pada 1.36 Lintang Utara dan 125.46 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 38 kilometer arah tenggara Bitung, Provinsi Sulawesi Utara pada kedalaman 115 kilometer.

Berdasarkan laporan dari masyarakat dampak gempa bumi dirasakan di daerah Bitung dan Tondano pada skala III MMI, Manado pada skala II MMI dan Airmadidi juga pada skala II-III MMI.

“Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan,” katanya.

Rahamat menuturkan gempa bumi Laut Maluku ini jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya merupakan jenis gempa bumi menengah, akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku, dan berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme sesar berupa sesar oblique naik (oblique thrust).

“Hingga pukul 12.10 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” katanya.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca juga: Gempa 3,7 SR di Pesisir Barat Lampung

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Delegasi pertemuan IMF-WB hening sejenak untuk Palu dan Lombok

Nusa Dua, Bali (ANTARA News) – Seluruh delegasi pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) mengheningkan cipta sejenak untuk korban bencana alam di Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat serta Palu, Donggala, dan Sigi di Sulawesi Tengah sebelum memulai sesi pleno pada Jumat pagi di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Acara yang dihadiri oleh para kepala negara, gubernur bank sentral, dan menteri keuangan dari berbagai negara tersebut dimulai sekitar pukul 09.30 WITA.

Pemimpin Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 Petteri Orpo membuka acara dengan menyampaikan ucapan terima kasih kepada delegasi yang hadir. 

Menteri Keuangan Finlandia itu lalu meminta hadirin untuk berdiri dan mengheningkan cipta sejenak.

“Saat ini saya akan meminta kepada Anda untuk berdiri dan mengheningkan cipta bagi masyarakat yang menjadi korban bencana alam,” katanya.

Seluruh peserta dan hadirin di ruangan tersebut kemudian berdiri dan mengheningkan cipta selama sekitar 30 detik. Ruangan besar yang menampung ribuan peserta itu pun seketika hening.

Hampir semua kepala negara/pemerintahan yang hadir dalam pertemuan itu juga sebelumnya menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana alam yang terjadi di Palu-Donggala-Sigi di Sulawesi Tengah maupun Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat. Sebagian menyampaikannya langsung ke Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo mengapresiasi solidaritas mereka.

“Atas nama masyarakat Indonesia, saya menyampaikan terima kasih atas perhatian, dukungan dan bantuan dari saudara-saudara kira dari seluruh penjuru dunia untuk masyarakat NTB dan Sulawesi Tengah yang menjadi korban gempa dan tsunami. Hal ini menunjukkan persaudaraan kita sangat erat, persaudaraan untuk kemanusiaan  dan persaudaraan untuk menyelesaikan masalah bersama kita,” katanya.

Pertemuan tahunan IMF-WB 2018 yang berlangsung 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua Bali dihadiri oleh lebih dari 34.000 peserta dari berbagai negara di dunia.

Baca juga: Simpati para pemimpin ASEAN mengalir ke Indonesia
 

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Perajin lurik yang memanfaatkan pergub pakaian adat

(Antara) – Kelompok perajin lurik di kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini menjadi rujukan dari pemerintah setempat. Menyusul diterbitkannya peraturan gubernur DIY atas penggunaan pakaian adat Jawa. Yang ditangkap sebagai peluang bagi mereka, yang awalnya merupakan perajin stagen.

Hari Terakhir Pencarian Korban Gempa

Personel Tim SAR menggali reruntuhan bangunan dan rumah untuk menemukan korban di lokasi likuifaksi Balaroa Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10/2018). Memasuki hari ke-14 pascagempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Donggala, dan Sigi, pemerintah menghentikan proses pencarian dan evakuasi korban, sedangkan tanggap darurat diperpanjang hingga dua pekan ke depan. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/foc.

Panitia yakinkan aktivitas Pertemuan Tahunan tidak terdampak gempa

Nusa Dua, Bali (ANTARA News) – Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 menyakinkan aktivitas pertemuan tahunan tidak terdampak gempa bumi berkekuatan 6,3 skala Ritcher yang mengguncang wilayah Situbondo, Jawa Timur, pada Kamis dini hari.

“Persiapan hari ini tetap berjalan dengan normal, tidak ada aktivitas yang terganggu dengan gempa itu,” kata Ketua Harian Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Susiwijono dalam jumpa pers di Nusa Dua, Bali, Kamis.

Susiwijono mengatakan seluruh instansi yang tergabung dalam pusat komando langsung melakukan rapat untuk melakukan pantauan pemeriksaan maupun evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur yang mungkin terdampak gempa.

Pusat komando ini terdiri atas Panitia Nasional, Meeting Team Secretariat (MTS), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Komando Daerah Militer, Kepolisian Daerah dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Berdasarkan evaluasi, tidak ada infrastruktur yang terdampak parah dari gempa tersebut, termasuk gedung dan jaringan internet, sehingga keseluruhan acara pertemuan tahunan tidak mengalami penundaan dan masih berjalan sesuai jadwal.

“Begitu ada kejadian, kami tugaskan tim operasional, untuk mengecek infrastruktur termasuk wifi. Tidak ada peralatan terganggu secara teknis, sehingga penyelenggaran acara tetap siap sesuai jadwal,” kata Susiwijono.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 6,3 skala Ritcher mengguncang wilayah Situbondo, Jawa Timur dan sekitarnya pada pukul 01.44 WIB.

Pusat gempa yang berkedalaman 12 kilometer terletak di 7,47 Lintang Selatan  dan 114,43 Bujur Timur atau sekitar 55 kilometer timur laut Kota Situbondo.

Gempa tersebut dirasakan juga di wilayah Nusa Dua, Bali yang menjadi tempat penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018.

Setelah gempa terjadi, BMKG mencatat sebanyak 11 gempa susulan yang rata-rata bermagnitudo 2,5-3,5 skala Ritcher, namun tidak dirasakan karena tidak berkekuatan besar.

Baca juga: BMKG: gempa Situbondo berjenis dangkal
 

Pewarta:
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Jawa Tengah akan bangun 100 hunian sementara di Palu

Palu, Sulawesi Tengah (ANTARA News) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap membangun 100 hunian sementara (Huntara) bagi warga korban gempa dan likuifaksi di Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Palu.

Kepala Seksi Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah Iwan Budianto selaku koordinator tim relawan Jawa Tengah di Palu, Rabu, mengemukakan bahwa pemerintah daerah sudah meninjau lokasi yang layak untuk membangun Huntara bagi korban gempa dan likuifaksi di Petobo.

“Sudah ada yang survei, dan kami datang hari ini sudah siap dengan material. Mungkin satu atau dua hari kita sudah mulai membangun,” ujar dia.

Iwan mengatakan tim survei sudah mendapatkan lokasi yang cocok untuk membangun hunian sementara yang per unitnya berukuran 4X5 meter, yakni di area perbukitan Petobo.

Kendati demikian, ia mengatakan, tim relawan Jawa Tengah akan kembali berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengenai pembangunan hunian sementara bagi korban gempa dan likuifaksi di wilayah Petobo.

“Bangunannya semi permanen. Kita buat dengan bahan baja ringan. Ini sifatnya bangunan sementara,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap membangun 100 hunian sementara (Huntara) bagi korban likuifaksi di Petobo, Palu, Rabu (10/10/2018). (ANTARANews/Steven Pontoh). (Steven Pontoh)

Iwan juga menjelaskan bahwa timnya membawa bantuan dari seluruh daerah di Jawa Tengah serta pihak-pihak yang peduli penanganan dampak gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala.

Selain membawa bantuan logistik dan membangun hunian sementara, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyediakan pelayanan kesehatan.

“Kami yang ikut menjadi relawan ada 119 orang. Itu terdiri dari relawan BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PMI, rumah zakat,” terangnya.

“Jadi kita terbagi dalam beberapa tim. Ada 11 dari kesehatan terdiri dari lima dokter dan perawat, ada pula dari relawan masak yang akan standby di posko. Makanan yang dimasak nantinya tidak hanya menjadi konsumsi relawan saja, tapi akan disalurkan juga ke wilayah-wilayah pengungsian yang membutuhkan. Semua bantuan ada 11 truk,” ungkapnya.

Ia menambahkan tim relawan juga menyiapkan sepeda untuk mendukung mobilitas para pengungsi.

Baca juga: Korban gempa dan tsunami di Sulteng 2.010 orang
Baca juga: Warga Petobo mencari bekas rumah di antara reruntuhan

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kegiatan Belajar Mengajar Pascagempa dan Tsunami Palu

Sejumlah pelajar mengikuti kegiatan belajar di tenda darurat halaman SMP Negeri 1 Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (10/10/2018). Meskipun belum sepenuhnya pulih dari dampak gempa dan tsunami, tapi sejumlah sekolah di Palu sudah memulai aktivitas belajar mengajar. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/aww.

Program dukungan psikososial ceriakan korban gempa

Palu (ANTARA News) – Gempa tak hanya mengguncang fisik dan bangunan kasat mata tetapi juga jauh menghunjam alam bawa sadar bagi para korban yang terdampak fenomena alam ini.

Meskipun kebanyakan orang dapat turut merasakan keprihatinan dan secara sukarela memberikan beragam jenis bantuan saat menyaksikan atau mendengar kabar kejadian gempa di daerah lain tetapi mengalami langsung gempa, pastilah memunculkan kepanikan.

Tak sekadar panik atau takut, kondisi traumatik pun tak jarang menghinggapi para korban gempa.

Apalagi dari gempa dahsyat berkekuatan 7,4 Skala Richter di Kabupaten Donggala dan diikuti gelombang tsunami di Kota Palu, serta dampak kerusakan akibat gempa sampai ke Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9) lalu.

Belum lagi terjadi peristiwa baru yang tak terjadi pada gempa-gempa sebelumnya di Sulteng atau di daerah lain, yakni kemunculan air bercampur lumpur hingga membuat tanah bergolak dan bergerak, meluluhlantakkan penduduk serta seluruh bangunan, hewan, dan apapun yang ada di atasnya, lalu ambles dan terkubur. 

Bagi masyarakat awam fenomena itu bagaikan “ditelan bumi” dan bagi kalangan akademisi menyebutnya dengan istilah likuifaksi.

Itulah yang terjadi di pemukiman padat penduduk di Kelurahan Balaroa (Kecamatan Palu Barat) dan di Kelurahan Petobo (Kecamatan Palu Selan) di Kota Palu, dan di Desa Jono Oge di Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi.

Ribuan orang, kecil kemungkinan masih hidup karena sudah sampai pada hari ke-11 setelah gempa, yang masih belum ditemukan dan dievakuasi. Mereka terkubur dalam tanah yang bergolak dan bergerak saat terjadinya gempa.

Ribuan orang mengungsi, data terakhir dari Posko Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Sulteng pada Selasa pagi ini menyebutkan masih sekitar 74 ribu orang mengungsi.

Trauma akibat gempa bukan persoalan sepele, keluarga banyak yang meninggal dalam waktu hampir bersamaan, banyak anggota keluarga yang kehilangan keluarga, saudara, handai taulan, dan kerabat. 

Harta benda hancur, surat-surat penting dan berharga lenyap.

Itulah dampak gempa, tak sekadar mengguncang fisik tetapi juga psikis.

Pada awal-awal setelah gempa, mereka kelaparan dan kehausan akibat bantuan yang belum mereka terima, kesulitan mendapatkan makanan dan minuman, akses terputus, menambah guncangan kejiwaan para korban.

Keceriaan Fitria

Fitria, bocah berusia enam tahun, satu dari banyak korban gempa yang harus mengalami peristiwa alam yang mengerikan ini.

Dia kini harus tinggal di tenda-tenda pengungsian di Desa Sibado, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala. 

Hari-hari menunggu akhir dari keterbatasan hidup yang tak membuatnya leluasa belajar, bermain, dan bersekolah, sebagaimana anak-anak sebaya pada umumnya.

Sepekan lebih setelah gempa dan tsunami yang menerjang Sulteng memang menyisakan rasa trauma yang mendalam bagi para korban. 

Palang Merah Indonesia (PMI) menyadari hal itu. 

Selain mengirimkan banyak bantuan logistik, layanan kesehatan, penyediaan air bersih, pemulihan hubungan keluarga (restoring family link), PMI melaksanakan Program Dukungan Psikososial (Psikososial Support Program/PSP) untuk korban gempa di beberapa wilayah terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Organisasi kemanusiaan terbesar di negeri ini karena telah ada di seluruh provinsi dan kabupaten/kota dan memiliki sekitar 1,5 juta sukarelawan yang siap melakukan pelayanan itu melakukan berbagai pendampingan untuk memulihkan kesehatan kejiwaan para korban.

PMI terus bergerak melakukan pelayanan PSP kepada korban gempa bumi di beberapa wilayah terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Langkah ini dinilai perlu untuk memulihkan kondisi trauma psikologis warga korban gempa di Palu, Donggala, dan Sigi yang masih merasakan trauma, terutama anak anak.

Banyak anak saat ini hidup amat terbatas dengan kondisi seadanya, memilih tidur di dalam tenda dan harus rela meninggalkan bangku sekolah.

PMI pun masuk ke Desa Sibado, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala. Di lokasi ini, sedikitnya ada 500 kepala keluarga yang menempati pengungsian, bahkan tidak sedikit di kampung ini sebagian warga masih ada yang bertahan di pegunungan akibat trauma kembali ke rumah masing masing.

“Takut kembali ke rumah,” kata Fitria lirih. Di pengungsian, dia hidup senasib-sepenanggungan bersama ratusan anak lainnya. 

Kehadiran para relawan PMI ke pengungsian itu setidaknya dapat mengembalikan keceriaan Fitria dan para korban lainnya.   

Fitria mengaku sangat senang bisa bermain bersama dengan kakak-kakak dari PMI, di pengungsian

“Bisa belajar dan menggambar bersama, serta bermain, seperti main petak umpet, main bola,” katanya. 

Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat Arifin M Hadi mengatakan PMI telah melakukan pemulihan dari trauma (trauma healing) untuk kelompok rentan sesuai dengan hasil kaji cepat (rapid assessment) yang sebelumnya telah dilakukan Tim PSP PMI. 

Hal itu sesuai arahan dan instruksi langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga menjabat Ketua Umum PMI Pusat, untuk mengerahkan sumber daya PMI yang ada.

Tim PSP PMI telah melakukan kegiatan terapi bermain (play theraphy) dengan berbagai bentuk kegiatan, seperti, bernyanyi bersama, menggambar, dan mengucapkan shalawat bersama. 

“Tujuan utamanya agar anak-anak menemukan kembali keceriaan,” katanya.

Layanan PSP PMI ini adalah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikososial individu maupun masyarakat. Harapannnya agar tetap berfungsi optimal pada saat mengalami krisis dalam situasi bencana.

Selain melakukan pendampingan melalui PSP di Donggala, PMI juga melakukan hal serupa di Desa Jono Oge, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi.  

PSP PMI adalah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan  kesejahteraan  psikososial individu maupun masyarakat agar tetap berfungsi optimal pada saat mengalami krisis dalam situasi bencana maupun kecelakaan. 

PSP diberikan kepada kelompok masyarakat seperti anak-anak, remaja, dewasa dan lansia, penyandang cacat, pekerja kemanusiaan.

Dukungan Psikososial diberikan kepada orang yang sumber masalahnya merupakan hasil interaksi dari lingkungan terhadap diri. Pada situasi bencana, PSP dapat diberikan pada fase mana saja (fase emergensi hingga fase rekonstruksi) tetapi bentuknya akan berbeda-beda. 

Untuk fase tanggap darurat atau emergensi, PSP akan lebih banyak dilakukan dengan PFA(Psychological First Aid/Pertolongan Pertama Psikologis) atau kegiatan psikoedukasi berupa pemberian informasi mengenai hal-hal yang dianggap dapat memberikan dampak negatif bagi masyarakat yang terkena bencana.

Aktivitas PSP dibedakan menurut usia perkembangan karena bentuk aktivitasnya  berbeda-beda. Pada anak-anak, misalnya, bermain bola, menggambar, bernyanyi, mengaji, dan sebagainya. Pada remaja, membentuk tim olahraga, mengaji, dan sebagainya. 

Sementara kegiatan untuk wanita dewasa, misalnya menjahit, memasak, dan sebagainya, pada pria dewasa dapat dilakukan pembuatan kerajinan, berkoperasi, dan sebagainya.

Kegiatan PSP disesuaikan dengan kbiasaan, kebudayaan lokal setempat, dan kebutuhan dari masyarakat.

PMI tidak datang ke suatu lokasi bencana hanya untuk melakukan aktivitas, tetapi datang berdasarkan kebutuhan psikososial yang ada sehingga dapat mengembalikan fungsi sosial masyarakat yang hilang setelah bencana.

Oleh Budi Setiawanto
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pemerintah Taiwan serahkan bantuan Sulteng melalui MUI

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah Taiwan menyerahkan bantuan bagi korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Penyerahan bantuan diwakilkan Duta Besar Taiwan (Taipei Economic and Trade Office di Indonesia), John C Chen kepada Ketua MUI Ma’ruf Amin, di Jakarta, Selasa. 

“Kami menyampaikan belasungkawa dan kepedulian dari Presiden Tsai Ing-wen kepada korban bencana di Sulawesi Tengah, Indonesia. Bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah telah menyebabkan kehilangan yang mendalam baik korban jiwa maupun materi, dan pemerintah Taiwan serta rakyat Taiwan merasakan kehilangan yang sama,” kata Chen. 

Dia mengatakan pemerintah dan rakyat Taiwan bekerja sama dengan MUI memberikan bantuan sebesar 500.000 dollar AS kepada korban bencana di Sulawesi Tengah. Pemerintah Taiwan berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban para korban, dan segera kembali menjalani kehidupan normal. 

Chen juga menyampaikan pihaknya pada Juli 2018 lalu juga memberikan bantuan sebesar 250.000 dollar AS bagi korban gempa Lombok. 

Ketua MUI Ma’ruf Amin menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Taiwan atas bantuan kemanusiaan kepada korban bencana di Sulawesi Tengah. 

“Terima kasih karena telah mempercayakan MUI untuk menjadi penyalur. Atas nama rakyat Palu dan sekitarnya, kami MUI menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya,” jelas Ma’ruf.

Menurut Ma’ruf, ini bukan pertama kalinya MUI diminta menyalurkan bantuan. Sebelumnya MUI juga dipercaya Arab Saudi untuk menyalurkan bantuan bagi Lombok.

Baca juga: Laos berikan bantuan korban gempa-tsunami Sulteng
Baca juga: Korsel kirim dua hercules bantu korban Palu

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Presiden Jokowi terima gelar adat Kesultanan Deli

Jakarta (ANTARA News)  – Presiden Joko Widodo dijadwalkan menerima anugerah gelar adat dari Kesultanan Deli di Istana Maimon,  Kota Medan,  Sumatera Utara,  Minggu.  

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta,  Minggu, menyebutkan Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Minggu pagi, bertolak ke Provinsi Sumatra Utara guna melakukan kunjungan kerja.

Rombongan Presiden lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 07.30 WIB.

Tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara pada pukul 09.40 WIB, Presiden disambut oleh Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, dan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto.

Presiden Jokowi kemudian menuju Istana Maimon, Kota Medan, untuk menerima penganugerahan gelar adat dari Kesultanan Deli.

Petang hari nanti, Presiden diagendakan meresmikan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVII tahun 2018 di Arena Utama MTQ Nasional XXVII di Kota Medan.

Presiden dan rombongan kemudian  menuju hotel di Kota Medan untuk bermalam dan melanjutkan agenda kerja keesokan harinya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Sumatra Utara ini yaitu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

Baca juga: 34 provinsi pastikan ikut MTQ nasional
Baca juga: Menag lantik dewan hakim MTQ Nasional XXVII

Pewarta: Agus Salim
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pramuka-pemkab Situbondo kirim bantuan korban bencana

Situbondo (ANTARA News) – Pramuka dan Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengirim bantuan bagi korban bencana alam gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, serta bantuan bagi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Lombok yang dikirim pada hari ini di antaranya sembako, makanan siap saji (mi instan), sarung, popok bayi, air mineral, selimut dan sepatu bagi anak-anak,” ujar Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi di Situbondo, Minggu.

Sedangkan bantuan bagi korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, lanjut dia, dikirim dalam bentuk uang.

Bantuan kemanusiaan itu, katanya, merupakan hasil sumbangan dari seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemkab setempat sebanyak Rp35 juta dan sumbangan dari Pramuka Kabupaten Situbondo sebanyak Rp65 juta dan Rp10 juta dari sumbangan Lembaga Bumbung Sosial Situbondo.

“Bantuan bagi korban bencana gempa Lombok dan Palu serta Donggala tidak hanya hari ini, namun ada tahapan berikutnya yang saat ini bantuan kemanusiaan tersebut terus mengalir. Oleh karena itu bagi masyarakat Situbondo apabila ingin berbagi dengan saudara kita yang tertimpa musibah bencana bisa melalui Pemkab,” kata Ketua Gerakan Pramuka Kwartir DPC Situbondo itu.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, Lutfi Joko Prihatin mengatakan bantuan sembako dan makanan siap saji dan selimut serta lainnya bagi korban bencana Lombok diangkut menggunakan dua unit truk milik Dinas Sosial.

“Bantuan bagi korban bencana di Lombok di antaranya sembako 48 paket, sarung 152 lembar, air mineral 350 dus, mi instan 225 dus, popok bayi 1.150 buah, selimut 10 lembar dan 20 pasang sepatu serta uang tunai,” katanya.

Pelepasan dua unit truk pengangkut bantuan bagi korban bencana alam itu dilepas langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati dari Alun-Alun Kabupaten Situbondo.

Baca juga: Pramuka harus bisa berjuang di garis depan

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kemensos siap bantu pemakaman Agung di TMP

Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Sosial siap membantu pemakaman almarhum Anthonius Gunawan Agung, pengatur lalu lintas udara (ATC) Airnav yang meninggal dunia dalam tugas saat gempa bumi di Palu, di taman makam pahlawan (TMP).

Usulan agar almarhum Agung dimakamkan di TMP disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, yang menyebut Agung sebagai “contoh bagi insan transportasi”. 

“Seseorang yang berjuang atau punya semangat kepahlawanan tentu ada prosedurnya,” kata Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono Laras saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Almarhum Agung telah diberi penghargaan Adhikarya Dirgantara Pralabda atas dedikasinya Agung dalam pekerjaan, yaitu memastikan pesawat Batik Air tinggal landas dengan sempurna, meski ia harus mengorbankan nyawa.

Baca juga: ATC Agung dianugerahi penghargaan Adikarya Dirgantara Pralabda

Pada saat gempa bumi berkekuatan 7,4 SR mengguncang wilayah Palu dan Donggala pada 28 September lalu, Agung enggan menuruni menara ATC di mana tempat ia berada karena masih memberikan instruksi kepada pesawat Batik Air yang belum tinggal landas secara sempurna (airborne). 

Akhirnya, setelah menyelesaikan tugasnya, Agung segera lompat dari lantai 4 menara dan mengalami kaki patah. Dia segera dibawa ke Balikpapan dengan helikopter, namun nyawanya tidak terselamatkan. 

Jenazah Agung telah dimakamkan di TPU Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (3/10).

Namun, jika keluarga berkenan, Hartono mengatakan jenazah Agung bisa dipindahkan ke TMP.

“Tentu setelah nanti ada proses yang dilakukan dari pihak kodam setempat kami akan usahakan apakah akan dimakamkan di TMP daerah setempat maupun di tempat lain, kita lihat nanti,” kata Hartono. ***4***

Baca juga: Keluarga setuju almarhum Agung dimakamkan di Taman Makam Pahlawan
Baca juga: Menhub akan abadikan nama Agung di sekolah penerbangan
Baca juga: ATC Airnav Gunawan Agung dikebumikan

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pelajar Indonesia menghimpun bantuan gempa Sulteng Rp138 juta

Beijing (ANTARA News) – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPIT) di Tiongkok telah menghimpun dana bantuan senilai Rp138 juta untuk disalurkan kepada para korban bencana gempa bumi dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Kami mulai membuka donasi ini mulai tanggal 29 September dan akan kami tutup pada tanggal 8 Oktober 2018,” kata Ketua Umum PPIT Fadlan Muzakki kepada Antara di Beijing, Sabtu.

Ia memperkirakan jumlah dana yang dikumpulkan Departemen Sosial dan Pengabdian Masyarakat PPI Tiongkok melalui program “Kita Peduli” itu masih akan terus bertambah.

Donatur bukan dari kalangan warga negara Indonesia, melainkan juga pelajar asing di China dan para dosen dari berbagai perguruan tinggi yang tersebar di daratan Tiongkok.

“Bantuan ini makin bertambah banyak, begitu ada ucapan belasungkawa dari Presiden Xi Jinping pada Minggu (30/9) lalu,” kata Fadlan.

Sementara itu, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok mengeluarkan imbauan kepada warga nahdliyin di China untuk melakukan doa bersama.

“Selain doa bersama kami juga melakukan penggalangan dana,” kata Musa Rido, pengurus PCINU Tiongkok yang sedang melanjutkan studi di Wuhan, Provinsi Hubei.  
 
Baca juga: Rp63 juta dari PPI Tiongkok untuk korban gempa Lombok
Baca juga: Ikhtiar pelajar Indonesia bekali ilmu agama di China
Baca juga: KBRI Beijing bantah kabar pelajar Indonesia diajari komunisme

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

500 truk bantuan berangkat dari Makassar menuju Sulteng

Makassar, Sulawesi Selatan (ANTARA News) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Makassar, Kamis, melepas keberangkatan 500 truk pengangkut bantuan pangan bagi korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi di Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Kami mengucapkan terima kasih pada Gubenur Sulsel, anggota DPD RI, seluruh perusahaan BUMN dan BUMD, dan swasta yang telah berkontribusi hari ini, ada kurang lebih 500 truk bahan pangan yang dikirim hari ini untuk Palu, Donggala, dan Sigi,” katanya usai melepas rombongan truk pembawa bantuan dari Kota Makassar.

“Insya Allah besok kami akan berangkat ke lapangan (Palu) untuk memeriksa agar bantuan tersebut benar-benar terdistribusi untuk saudara-saudara kita,” ia menambahkan.

Dia mengatakan kementerian juga menggalang bantuan Rp1 miliar khusus bagi yatim piatu asal Palu yang kini berada di Makassar.

Menurut dia, Kementerian Pertanian telah menggalang bantuan senilai Rp20 miliar untuk korban gempa di Lombok dan Rp25 miliar untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi.

“Terima kasih untuk Menteri Pertanian sudah peduli, saya bangga Beliau sebagai putera Sulsel dan tokoh nasional yang sudah memberikan kepedulian,” kata Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Berdasarkan laporan panitia pada Kamis pagi ini sudah terkumpul bantuan senilai Rp25 miliar yang diangkut menggunakan 500 truk. Bantuan yang diangkut antara lain meliputi beras, mi instan, minyak goreng, gula, susu, makanan bayi, pakaian, dan alat mandi.

Bantuan itu merupakan sumbangan dari Sahabat Kementan dan Mitra Pertanian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kalangan pengusaha dan perbankan, organisasi masyarakat, Pemerintah Kota Makassar serta warga.

Baca juga:
BNPB: pengungsi gempa-tsunami Sulteng capai 70.821 orang
Kendaraan-kendaraan pengangkut bantuan mengalir ke Palu

 

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

180 hektare area Petobo dan 202 hektare area Jono Oge amblas

Jakarta (ANTARA News) – Citra satelit Pleiades dan Sentinel 2 memperlihatkan sampai 180 hektare area Petobo di Palu dan 202 hektare area Jono Oge di Kabupaten Sigi amblas akibat gempa 7,4 Skala Richter yang berpusat di timur laut Donggala pada 28 September.

Tim Tanggap Darurat Bencana Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa menurut interpretasi visual data dua satelit tersebut luasan area amblesan di Petobo 180 hektare dengan jumlah bangunan rusak 2.050 dan bangunan yang kemungkinan rusak 168. Sementara amblesan di Jono Oge luasnya 202 hektare dengan jumlah bangunan rusak 366 dan bangunan yang kemungkinan rusak 23.

Walau amblesan di Jono Oge lebih luas, kerusakan bangunannya lebih sedikit tetapi karena permukimannya jarang.

Data Satelit Penginderaan Jauh yang digunakan tim adalah data satelit Pleiades tanggal 6 Juli 2018, serta data satelit Sentinel 2 tanggal 17 September 2018 (sebelum gempa) dan 2 Oktober 2018 (setelah gempa).

Kepala Bidang Diseminasi Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN Priyatna mengatakan data Sentinel 2, satelit milik Uni Eropa, dapat diunduh secara bebas. Data Sentinel 2 yang memiliki resolusi spasial 10 meter digunakan untuk delineasi luas wilayah amblesan, sedang data Pleiades digunakan untuk identifikasi kerusakan bangunan.

“Kalau untuk ukuran amblas memang dari satelit tidak terdeteksi secara spesifik,” katanya.

Ia mengatakan tim akan terus menyisir dan menghitung jumlah kerusakan berdasarkan data satelit penginderaan jauh dari berbagai sumber baik dari Stasiun Bumi Parepare milik LAPAN maupun dari komunitas internasional.

Baca juga: Ahli Geologi AS sebut likuifaksi Sulteng menyeramkan
Baca juga: Ratusan rumah di Petobo masih tertimbun lumpur
 

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Satelit deteksi 5.000 bangunan rusak di Palu-Donggala

Jakarta (ANTARA News) – Berdasarkan citra satelit, gabungan Tim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Institut Teknologi Bandung, dan Asian Institute of Technology Thailand menghitung lebih dari 5.000 bangunan rusak akibat gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Siaran pers Tim Tanggap Darurat Bencana Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Jakarta, Rabu, menyebutkan bahwa tim baru menghitung sebagian wilayah yang citranya ditangkap Satelit Pleiades.

Data yang digunakan adalah data citra satelit tanggal 6 Juli 2018 (sebelum gempa) yang diterima oleh Stasiun Bumi LAPAN di Pare-pare dan tanggal 30 September 2018 (setelah gempa) yang diterima oleh International Disaster Charter.

Penghitungan bangunan yang rusak dilakukan menggunakan metode interpretasi visual dengan membandingkan data citra satelit sebelum dan sesudah gempa. Hasil perhitungan menunjukkan adanya 418 bangunan rusak di Kabupaten Donggala, dan 2.403 bangunan rusak di Palu.

Selain itu ada 315 bangunan yang kemungkinan rusak di Donggala dan 2.010 bangunan yang kemungkinan rusak di Palu. Jumlah kerusakan kemungkinan lebih banyak lagi karena belum seluruh wilayah terdampak gempa terpotret satelit.

Dari total 5.146 bangunan rusak yang terdata, ada 1.045 bangunan di Perumnas Balaroa yang amblas dengan luasan sekitar 47.8 hektare.

Tim tanggap darurat bencana gabungan masih terus bekerja menggunakan data-data satelit lainnya dan berkomunikasi dengan komunitas International Disaster Charter.

Menurut data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban yang meninggal dunia pascagempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi di Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) sebanyak 1.374 orang hingga Selasa (2/10) petang. Selain itu masih ada 113 orang yang dilaporkan hilang.

Baca juga: BNPB: korban gempa-tsunami Sulteng 1.374 meninggal
 

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Warga permukiman yang selamat mengharap bantuan

Palu, Sulawesi Tengah (ANTARA News) – Warga permukiman di Kota Palu yang selamat dari dampak gempa dan tsunami mengharapkan bantuan makanan, air minum dan kebutuhan pokok lain.

“Hingga saat ini, kami belum mendapatkan bantuan apa-apa,” kata Fitri, warga permukiman Tinggede, Palu, Rabu.

Warga Tinggede kebanyakan memilih menetap di rumah mereka, mendirikan tenda seadanya di halaman rumah demi menghindari dampak gempa susulan yang mungkin masih terjadi. Fitri mengatakan dia dan warga lainnya susah kemana-mana karena tidak punya bahan bakar, sementara bantuan makanan dan air minum belum datang.

Para penyintas di Kelurahan Borobuli juga mengharapkan bantuan serupa.

“Kami para ibu-ibu mencapai 50 orang lebih, sangat membutuhkan pakaian tertutup, serta susu untuk balita,” kata Lili Puji Astuti, warga Borobuli.

Ia berharap bantuan makanan dan air minum menjangkau korban selamat yang menetap di rumah-rumah yang masih bisa ditinggali, juga bantuan transportasi maupun bahan bakar agar bisa menjangkau bandara untuk keluar dari Palu.

“Kami sangat membutuhkan makanan, termasuk obat-obatan dan vitamin untuk para balita dan anak-anak,” ujar Lili, yang ingin segera kembali daerah asalnya di Paguyaman, Kabupaten Gorontalo.

Baca juga: BNPB: korban gempa-tsunami Sulteng 1.374 meninggal
Baca juga: Korban gempa Sulteng antre 24 jam dapatkan BBM

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Malut bantu Rp1 miliar untuk korban gempa Sulteng

Ternate  (ANTARA News) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) membantu korban gempa bumi disertai tsunami di  Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan memberikan uang senilai Rp1 miliar.

“Perhatian untuk para korban bencana alam di Palu dan Donggala dari Pemprov Malut tersebut berupa bantuan uang tunai senilai Rp1 miliar yang disalurkan langsung melalui posko bantuan tanggap darurat,” kata Plt Karo Protokoler, Kerjasama dan Publikasi Pemprov setempat, Armin Zakaria, di Ternate, Selasa.

 Dia mengatakan, bantuan uang tunai untuk para korban bencana alam di Palu dan Donggala tersebut akan diserahkan dalam waktu dekat  melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

 Gubernur Malut juga menginginkan bantuan lainnya dari pemerintah daerah (Pemda) di 10 Kabupaten/Kota Se-Malut maupun lembaga lainnya dan perusahan di Malut untuk para korban bencana.

  “Sudah ada rekening resmi di posko bantuan yang telah dibentuk oleh pemerintah pusat maupun Pemda Sulteng,” ujar Armin.

 Bantuan berupa uang lebih praktis, sedangkan bantuan fisik berupa makanan, pakaian dan bahan lainnya, ujar dia, belum bisa dilakukan karena keterbatasan akses.

  “Kalau pakaian, makanan dan bantuan fisik lainya masih sangat sulit untuk mengangkutnya ke sana karena membutuhkan waktu yang sangat lama dan biaya transportasi,” katanya.

Sedangkan  pengiriman tenaga relawan, Pemprov Malut masih harus melakukan koordinasi lanjutan dengan Pemprov Palu atau instansi terkait lainya yang memiliki wewenang  menangani bencana.

Pemprov Malut memang berencana akan mengirimkan beberapa relawan untuk ikut membantu memberikan pertolongan, tambahnya.

Baca juga: Malam peduli Palu-Donggala di Makassar kumpulkan Rp6,1 miliar
Baca juga: Polisi gagalkan lima upaya pencurian uang ATM di Palu

 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Donggala butuh ekspos media, warga bantah penjarahan

ANTARA – Warga Donggala membantah ada penjarahan di wilayahnya setelah berhari-hari terisolasi menyusul gempa bumi dahsyat disertai tsunami pada Jumat, 28 September 2018. Mereka justru mengaku sangat terbantu oleh kehadiran wartawan. Kepada ANTARA yang menjadi media pertama yang menemui mereka, warga Donggala mengharapkan ekspos media untuk keadaan sulit dan terisolir mereka pascagempa. Seorang ibu bahkan mengaku sudah tiga hari tidak mendapatkan pasokan makanan dan bantuan sehingga harus bertahan hidup dengan apa adanya.

26 pasien RSUD Undata Palu dititipkan di halaman Polda

Gorontalo (ANTARA News) – Sebanyak 26 pasien dari rumah sakit umum daerah (RSUD) Undata Palu dititipkan di halaman Polda Sulteng karena  kondisi bangunan rumah sakit itu banyak yang mengalami kerusakan pascagempa Jumat (28/9).

Pantauan wartawan ANTARA Susanti Sako dari Palu, Senin pagi, sebenarnya ada 68 pasien di RSUD itu, namun yang dititipkan ke posko di halaman Polda sebanyak 26 orang demi keamanan dari ancaman terjadinya gempa susulan selain pasien-pasien tersebut masih membutuhkan penanganan medis.

Umumnya pasien mengalami cedera patah tulang dan memerlukan oksigen, sehingga  ada pasien dari  RSUD UNdata yang dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara dan rumah sakit lainnya.

“Setelah dirujuk dari RSUD Undata ada korban yang meninggal  di rumah sakit lain,” kata tim medis posko Polda, Joko Naslam.

Lebih lanjut dikatakannya, anak-anak juga membutuhkan tempat tidur yang layak karena kondisi terbuka, rawan kena ISPA dan demam.

Tenaga medis yang siaga di posko sebanyak lima orang, satu orang relawan dan juga dua dokter dari RS Antapura.

Baca juga: Presiden minta evakuasi korban gempa Palu jadi prioritas pertama

Sementara tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Trianto Bialangi mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim medis gabungan untuk membantu korban gempa di Palu.

Tim tersebut telah berangkat sejak Sabtu (29/9) dan telah tiba di Palu lalu memberi layanan kesehatan kepada korban.

Menurut dia, tim itu hasil kerja sama pemerintah provinsi Gorontalo, Ikatan Dokter Indonesia Gorontalo dan RSUP Kandou di Sulawesi Utara.

Tim pemprov terdiri dari Dinkes Provinsi Gorontalo, RS Aloei Saboe, RS MM Dunda, KKP, PPNI, Dinkes Kabupaten Gorontalo.

“Totalnya ada 43 orang tenaga medis yang terdiri dari dua dokter bedah bedah umum, dua dokter bedah tulang, satu spesialis penyakit dalam dan dua dokter umum.

Kemudian delapan perawat, dua anestesi, 11 perawat gawat darurat, tiga ahli farmasi, satu ahli gizi, satu tenaga kesehatan masyarakat dan sembilan sopir. 

Baca juga: Kementerian PUPR kirim alat berat dan peralatan sanitasi
 

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

1.682 pengungsi masih bertahan halaman Polda Sulteng

Gorontalo (ANTARA News) – Sebanyak 1.682 warga Palu yang mengungsi di Halaman Polda Sulawesi Tengah masih terus bertahan di lokasi itu, meski kebutuhan logistik terus menipis.

Wartawan ANTARA Susanti Sako, Senin pagi, melaporkan ada lima orang meninggal di posko pengungsian itu akibat luka-luka berat dialami serta yang sakit.

Koordinator posko Polda, Ahmar FN mengungkapkan, selain lima orang yang meninggal, ada banyak pasien rujukan dari RS Undata Palu, harus diinapkan di posko itu.

Pihak Polda juga telah menyiapkan fasilitas tempat dan tenda, distribusi air bersih, penerangan serta kendaraan operasional yang sangat dibutuhkan.

Menurut laporannya, suplai makanan ke pengungsi masih sangat kurang. Sementara pengungsi sebagian besar berasal dari Talise, kampung nelayan, kelurahan Tondo.

“Umumnya adalah anak-anak kuliahan,” ujarnya singkat.

Posko itu juga membantu warga untuk mendapatkan laporan keluarganya yang masih hilang atau belum ditemukan, karena dari berbagai tim terus melakukan langkah evakuasi di semua lokasi terdampak gempa dan tsunami.

Sebelumnya, ketika Presiden Joko Widodo berkunjung ke Palu, Minggu (30/9), meminta jajarannya untuk memprioritaskan evakuasi korban sebagai langkah pertama penanganan bencana gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah.

Presiden mengemukakan pernyataannya seusai meninjau langsung sejumlah titik terdampak bencana sepanjang hari Minggu, untuk menekankan proses evakuasi korban sebagaimana disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden bey Machmudin.
 
“Yang pertama yang paling penting tadi saya tekankan pada seluruh kementerian, TNI, Polri, juga Pak Gubernur, agar penanganan yang dilakukan pertama adalah yang berkaitan dengan evakuasi,” kata Presiden di Bandara Mutiara Sis Al Jufri.

Terkait proses evakuasi ini, Presiden mengatakan ada beberapa desa yang masih belum bisa dievakuasi karena keterbatasan alat berat.

“Besok pagi, Insya Allah Pak Menteri PU sudah mengerahkan alat berat dari Mamuju, dari Gorontalo, dari Poso, dan nanti malam ini datang jadi besok pagi mulai evakuasi di tempat-tempat yang masih kita perkirakan ada korban yang belum bisa kita ambil,” tuturnya. 

Baca juga: Ratusan rumah di Petobo masih tertimbun lumpur
Baca juga: Polri: Senin pemakaman massal korban gempa Sulteng

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Warga Palu terpaksa ambil BBM dari SPBU

Jakarta (ANTARA News) – Hasil pantauan Antara di seputar Kota Palu, Minggu pagi, menunjukkan aktivitas ratusan warga kota terdampak gempa berada di stasiun-stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan terpaksa mengambil bahan bakar minyak karena sangat membutuhkan untuk keperluan mobilisasi dan transportasi.
   
Kepala LKBN Antara Biro Sulawesi Tengah Rolex Malaha via telepon melaporkan bahwa sejak Sabtu malam, atau pada malam kedua setelah gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter yang berpusat di di Kabupaten Donggala, puluhan kilometer dari Kota Palu, ibu kota Sulawesi Tengah, masyarakat kian sulit mendapatkan pasokan listrik dan BBM, dan berbagai kesulitan dalam mendapatkan logistik.
   
Para warga yang mengambil BBM di SPBU-SPBU menuturkan terpaksa mengambil BBM karena SPBU tak ada yang beroperasi lantaran tak ada pasokan listrik.
   
Selain itu kebutuhan BBM sangat tinggi sehingga terpaksa warga berinisiatif mengambil BBM dari SPBU-SPBU dengan cara membongkar tempat penyimpanan BBM dan menyedot secara manual dengan selang-selang.
   
Para warga juga membawa jeriken untuk tempat dari BBM yang mereka ambil dari berbagai SPBU.
   
Kondisi di SPBU di Jalan Moh Yamin atau tak jauh dari Posko Satgas Khusus Penanggulangan Bencana yang berada di halaman kediaman dinas Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, misalnya, banyak warga mengantre untuk mengambil BBM dari SPBU itu.
   
Pemandangan yang sama terlihat di berbagai SPBU di Kota Palu.
   
Situasi warga masyarakat yang tampak ingin cepat-cepat mendapatkan BBM dan kondisi bak penampungan BBM yang terbuka terlihat sangat berisiko bila ada percikan api, akan mengundang bahaya kebakaran.
   
Rolex melaporkan bahwa dalam perbincangannya dengan Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Willem Rampangilei bahwa saat ini memang sangat dibutuhkan BBM untuk mobilisasi berbagai kendaraan dan peralatan operasional.
   
Misalnya petugas Basarnas perlu menyusuri seluruh wilayah yang terdampak gempa di Palu dan Donggala dan memberikan berbagai bantuan dan evakuasi korban.
   
Selain itu masyarakat juga membutuhkan pasokan bahan makanan dan minuman.
   
Kondisi yang amat terbatas dan belum adanya kelancaran dalam pasokan bahan makanan dan minuman serta toko-toko banyak yang belum buka, membuat sebagian warga juga terpaksa mengambil berbagai bahan makanan dan minuman dari toko-toko serba ada.
   
Gubernur menyebutkan saat ini terdapat sekitar 14.300 orang di Kelurahan Kawatuna yang mengungsi dan tersebar di 60 titik lokasi pengungsian seperti di kantor Gubernur, kantor Wali Kota, halaman bandara, lapangan-lapangan, berbagai tempat ibadah.
   
Disebutkan pula bahwa warga masyarakat masih trauma setelah gempa dahsyat mengguncang di daerah itu dan hingga kini masih terjadi serentetan gempa susulan meskipun dengan guncangan yang relatif kecil tetapi tetap terasa.
   
Kondisi itu juga membuat warga masyarakat masih berpindah-pindah dari tempat tinggalnya yang sudah rusak terdampak gempa ke tempat-tempat pengungsian.
   
Rolex Malaha juga melaporkan bahwa jaringan telekomunikasi masih banyak gangguan.
   
“Signal jaringan banyak yang mati, dan baru ada di sebagian kecil tempat seperti di Posko Satgas Bencana,” katanya.
   
Rolex juga menuturkan belum ada kontak dengan rekan-rekan dan keluarga rekan di LKBN Antara Biro Sulawesi Tengah.
   
“Sesaat sebelum kejadian gempa, saya mendapat kabar dari wartawan Adha Nadjemudin bahwa istrinya akan keluar dari rumah sakit setelah sekian lama dirawat, tetapi kemudian terjadi gempa, hingga saat ini belum ada kontak lagi,” katanya sembari menambahkan bahwa kampung halaman Adha berada di Donggala utara yang merupakan wilayah pusat gempa.
   
Rolex dan keluarganya masih mengungsi di Kelurahan Kawatuna.
   
Tingkat kerusakan yang terjadi di Kabupaten Donggala dan Sigi parah namun belum ada laporan mengenai korban dan tingkat kerusakan karena hambatan jaringan komunikasi.
   
Karena itu prioritas utama satgas saat ini adalah pencarian dan penyelamatan serta penanganan pengungsi.  
   
Cukup sulit, kata Wilem, untuk memenuhi makanan siap saji dari Kota Palu untuk para pengungsi sehingga harus mendatangkan ribuan dus makanan dari Surabaya, Jawa Timur.
   
Jenazah korban itu masih disimpan di rumah-rumah sakit dan sebagian sudah dijemput oleh keluarganya. Menurut Wilem, korban tewas ini pasti masih bertambah karena banyak reruntuhan gedung seperti hotel-hotel besar, ruko, gudang, perumahan dan lainnya belum bisa disentuh pencarian.
   
“Kami kesulitan mengerahkan alat-alat berat untuk mencari korban di bawah reruntuhan gedung karena jalur jalan menuju Kota Palu banyak yang rusak,” ujarnya.

Baca juga: Kemenkes kirim tenaga kesehatan bantu korban gempa Palu
Baca juga: Citra satelit resolusi tinggi cari titik terparah gempa
Baca juga: Pemerintah lakukan tanggap darurat bencana Palu dan Donggala

Pewarta: Budi Setiawanto
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kondisi SPBU di Palu

Warga mengambil BBM di salah satu SPBU di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Warga terdampak gempa dan tsunami Palu terpaksa mengambil BBM dari SPBU karena sangat dibutuhkan untuk mobilisasi. Selain BBM, mereka juga membutuhkan makanan dan air bersih. ANTARA FOTO/Rolex Malaha/foc.

Gempa Palu

Sejumlah pasien mendapat perawatan di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Undata, Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9/2018). Perawatan di luar gedung rumah sakit tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gempa susulan. ANTARA FOTO/HO/BNPB Sutopo Purwo Nugroho/pras.

BNPB: Korban gempa-tsunami ditemukan di beberapa tempat

Jakarta (ANTARA News) – Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan beberapa jenazah korban gempa dan tsunami di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah ditemukan di beberapa tempat.

“Saya belum dapat jumlah angka korban. Beberapa jenazah ditemukan di beberapa tempat,” kata Sutopo saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Sutopo mengatakan berdasarkan konfirmasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah kepada Posko BNPB, tsunami telah menerjang pantai Talise di Palu dan pantai di Donggala.

Beberapa video yang didokumentasikan masyarakat dan disebarkan di media sosial mengenai tsunami di Palu dan Donggala adalah benar.

Gempa dan tsunami menimbulkan korban jiwa. Laporan sementara terdapat beberapa korban meninggal karena tertimpa bangunan roboh.

“Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan di pantai. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan,” jelas Sutopo.

Petugas BPBD, TNI/Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan relawan melakukan evakuasi dan pertolongan pada korban.

“Korban yang luka-luka ditangani oleh petugas kesehatan. Penanganan darurat terus dilakukan,” katanya.

Gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter yang telah dimutakhirkan oleh BMKG menjadi 7,4 Skala Richter mengguncang wilayah Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB.

Pusat gempa berkedalaman 10 kilometer itu berada pada 27 kilometer Timur Laut Donggala.

BMKG telah mengaktivasi peringatan dini tsunami dengan status Siaga (tinggi potensi tsunami 0,5 meter hingga tiga meter) di pantai Donggala bagian barat, dan status Waspada (tinggi potensi tsunami kurang dari 0,5 meter) di pantai Donggala bagian utara, Mamuju bagian utara dan Kota Palu bagian barat.

BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami sejak Jumat (28/9) pukul 17.36 WIB.

Baca juga: Mendagri ke Palu koordinasi langsung pascagempa
Baca juga: Menkopolhukam: Pasukan evakuasi sudah bergerak lewat darat ke Donggala

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Polisi Ponorogo mengajar saat guru gelar aksi

Ponorogo  (ANTARA News) – Sejumlah anggota polisi mengajar di sekolah dasar yang kekurangan guru akibat sebagian pengajarnya, yang masih berstatus guru tidak tetap (GTT) meninggalkan sekolah untuk menggelar aksi damai dan doa bersama di Ponorogo, Jawa Timur, Kamis.

Kapolsek Slahung, Ponorogo, AKP Paidi memerintahkan anggotanya untuk melakukan patroli ke sekolah-sekolah di wilayah kerjanya.

“Memang saya perintahkan anggota untuk melakukan patroli ke sekolah-sekolah dan mengisi kekosongan jam belajar-mengajar menyusul adanya kegiatan istighasah dan aksi damai GTT di Ponorogo,” jelas Kapolsek Paidi.

Ia menyebutkan, anggota Polsek Slahung yang mengisi kekosongan di kelas antara lain menyampaikan materi tentang dasar-dasar kelalulintasan dan kedisiplinan dalam banyak hal.

Untuk diketahui, ribuan guru yang bertatus honorer atau GTT dan pegawai tidak tetap (PTT) di Ponorogo menggelar aksi damai dan doa bersama di Alun-alun Ponorogo.

Aksi tersebut digelar menyusul adanya rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) yang membatasi usia pendaftar maksimal 35 tahun.

Dengan adanya ketentuan tersebut maka sebagian GTT dan PTT yang selama ini sudah mengabdi, tidak memiliki peluang untuk menjadi ASN. Mereka menuntut pemerintah mengubah aturan yang dianggap merugikan sebagian GTT dan PTT itu.

Baca juga: Kemendikbud minta guru honorer tetap mengajar
Baca juga: Seleksi guru honorer dibuka setelah seleksi CPNS

 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Wapres serukan masyarakat dunia tak diam untuk Palestina merdeka

New York (ANTARA News) – Wakil Presiden (Wapres)  M Jusuf Kalla menyerukan kepada dunia untuk tidak berdiam diri terhadap pendudukan Israel di Palestina.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan hal itu dalam pidato pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum PBB ke-73 di Markas Besar PBB di Kota New York, Amerika Serikat, Kamis sore waktu setempat.

“Masyarakat internasional tidak bisa lagi terus berdiam diri. Kita harus segera memanggil untuk negosiasi guna mewujudkan solusi dua negara menjadi kenyataan,” kata Wapres dihadapan negara-negara anggota PBB yang berkumpul di New York.

Konflik Israel-Palestina yang hingga kini belum terselesaikan merupakan pusat untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.    

Ancaman segera terhadap status quo Yerusalem, jutaan pengungsi Palestina dipertaruhkan, situasi kemanusiaan semakin buruk dari hari ke hari.

“Situasi saat ini tidak hanya membahayakan proses perdamaian. Itu menghancurkan harapan rakyat Palestina, harapan kita semua untuk Negara Palestina Merdeka,” kata Wapres.
 

Untuk itu, Wapres menyerukan komitmen dan tanggung jawab untuk perdamaian yang harus direplikasi di semua wilayah, termasuk di Timur Tengah.

“Komitmen kami untuk perdamaian akan dipertanyakan jika kita tidak dapat menyelesaikan konflik Palestina-Israel,” katanya.

Ia menegaskan, Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina sampai hari Palestina merdeka.

Baca juga: Indonesia galang dana untuk badan bantuan Palestina

Baca juga: Wapres serukan dunia bersatu berantas tuberkulosis

Pewarta: M Arief Iskandar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Harimau Sumatera dan Janinnya Mati

Tim medis melakukan nekropsi atau bedah bangkai harimau Sumatera liar yang mati terjerat, di kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Kota Pekanbaru, Rabu (26/9/2018). Hasil diagnosa awal menunjukkan harimau betina berusia empat tahun itu mati lemas akibat terjerat kawat baja diperutnya, yang turut menewaskan bayi harimau yang dikandungnya. ANTARA FOTO/FB Anggoro/aww.

Doa Bersama Persib untuk Haringga Sirla

Kapten tim Persib Bandung Supardi Nasir (kiri) bersama rekannya setimnya Henhen Herdiana (ketiga kiri), Deden Natshir (ketiga kanan), Airlangga Sucipto (kedua kanan) dan Ardi Idrus (kanan) mengikuti saat doa bersama suporter Persib di Pusat Dakwah Islam (Pusda’i) Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/9/2018). Kegiatan tersebut untuk mendoakan korban tewas suporter Persija, Haringga Sirla, dan korban-korban sebelumnya baik dari pihak Bobotoh maupun Jakmania, dan berharap peristiwa kekerasan suporter yang menyebabkan korban meninggal itu tidak terjadi lagi. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww.

Pesona Papua dipamerkan di Norwegia

London (ANTARA News) – Kedutaan Besar RI di Oslo ingin menarik wisatawan Norwegia ke Papua dengan memamerkan keindahan dan budaya warga pulau terluas Indonesia itu lewat pameran foto karya Poriaman Sitanggang bertajuk “Voyage to the Rising Sun: Papua, Indonesia” di Engineerium, Oslo, selama 25 sampai 27 September.

“Saya berharap, dengan melihat foto-foto ini masyarakat Norwegia tertarik untuk mengunjungi Papua dan melihat secara langsung kekayaan alam dan budaya Papua,” kata Duta Besar RI di Oslo Todung Mulya Lubis kepada anggota korps diplomatik, akademisi dan Friends of Indonesia yang menghadiri pembukaan pameran.

Pameran yang diselenggarakan KBRI bekerja sama dengan Garuda Indonesia, ANJ, Engineerium, Aker Solutions, Kristiansand Kommune dan Agder University itu memajang 35 foto tentang alam Papua serta kebudayaan serta kehidupan masyarakat adatnya, terutama Suku Dani dan Suku Asmat.

Foto-foto yang diambil Poriaman dalam kurun 1994-2018 itu selanjutnya juga akan dipamerkan di Agder University di Kota Kristiansand dari 28 September sampai 1 Oktober menurut Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Oslo Nina Evayanti, Rabu.

Todung mengatakan foto-foto yang dipamerkan menunjukkan sudut pandang yang berbeda mengenai Papua, terlepas politik yang biasa mewarnai isu tentang pulau di bagian timur Indonesia itu.

“Meskipun kita memiliki pandangan berbeda, tetapi ada satu hal yang sama, bahwa Papua itu sangat unik dan kaya, baik dalam hal kebudayaannya, alamnya, maupun pola hidup masyarakatnya,” kata dia.

Sementara Poriaman mengatakan foto-foto itu merupakan salah satu bentuk apresiasinya kepada masyarakat Suku Asmat dan Suku Dani, yang telah mengizinkan dia mengambil foto-foto mereka dan membagikan ilmu dan kearifan lokal mereka.

“Saya berharap masyarakat Norwegia tertarik untuk berkunjung ke Papua setelah melihat foto-foto tersebut,” demikian Poriaman.

Baca juga:
Papuan Voice ingin ubah stigma Papua lewat film
Lampu tenaga surya akan terangi 40 distrik terisolir Yahukimo

 

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kepulauan Kei tawarkan embal hingga wisata pantai

Ada yang berani makan makanan beracun? Orang biasanya akan menghindari makanan yang beracun, akan tetapi di Maluku Tenggara malah menjadi makanan pokok.

Namanya embal, berupa makanan yang diolah dari bahan dasar berupa singkong beracun yang mengandung sianida. Masyarakat setempat menamakannya kasbi.

Embal merupakan pati kasbi yang proses pembuatannya hampir sama seperti membuat sagu. Bahkan, di Maluku Tenggara juga disebut sagu kasbi.

Singkong dikupas terlebih dahulu lalu dicuci hingga bersih. Setelah itu, singkong atau kasbi di parut. Hasil parutan ditampung dalam karung lalu karung diperas. Proses pemerasan ini yang akan menghilangkan racun kasbi.

Hasil perasan dibiarkan semalaman hingga terpisah antara air dengan endapannya. Endapan inilah yang menjadi tepung yang diproses menjadi embal.

Embal dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, seperti embal bubuhuk, yaitu campuran embal dengan kelapa yang melalui proses pembakaran.

Embal bubuhuk tidak memiliki rasa. Biasanya dimakan dengan ikan kuah kuning, masakan ikan berkuah dengan cita rasa asam yang segar, embal menjadi pengganti nasi.

Kenny, salah seorang warga setempat, mengatakan embal menjadi makanan pokok selain nasi bagi masyarakat di Maluku Tenggara.

Nikmatnya embal dipadu kuah kuning dan ikan yang masih segar dan olahan sayuran khas masyarakat setempat semakin menambah selera makan. Bahkan, ada anekdot bahwa mama mertua lewat tidak terlihat saking nikmatnya menyantap embal.

Selain embal bubuhuk, tepung embal juga dijadikan tepung pelapis pisang goreng. Yang membedakan pisang goreng embal dengan pisang goreng biasa yang menggunakan tepung terigu, pisang goreng embal akan tetap garing meski sudah dingin.

Selain itu banyak lagi olahan embal, seperti embal goreng dan embal kacang yang manis. Akan tetapi, yang paling umum diolah adalah embal love karena berbentuk hati yang sering menjadi teman minum teh atau kopi.

Memilih

Orang-orang di Maluku Tenggara seperti orang Kei lebih memilih makan embal dari pada nasi karena lebih mengenyangkan.

Menurut Kenny, embal lebih mengenyangkan dibandingkan dengan nasi, karena saat embal di perut akan mengembang, terutama setelah minum.

Selain itu, kasbi juga banyak ditanam di daerah kepulauan tersebut dan pada saat musim panen yang sangat banyak. Aneka olahan dari embal bisa bertahan lama, hingga bertahun-tahun, yaitu embal goreng dan bahkan tidak akan terkena jamur.

Berdasarkan laman informasi pangan, sejarah embal di Maluku Tenggara, singkong merupakan komoditas utama yang ditanam pada awal musim hujan.

Jenis makanan ini sangat cocok sebagai bahan pangan saat musim paceklik karena memiliki daya simpan lama, hingga 1-2 tahun, apabila disimpan dalam kondisi yang baik dan kering.

Menurut sejarah, masyarakat Maluku pada awalnya menanam sagu sebagai makanan pokok. Namun, persediaan sagu yang berkurang di pasaran pada era 1970-an membuat banyak petani beralih membuka ladang singkong sejak akhir 1970-an hingga 1980-an.

Lambat laun, tanaman ini menjadi favorit di mata masyarakat. Menurut Ellen (Modern Crises and Traditional Strategies: Local Ecological Knowledge in Island Southeast Asia. Berghahn Books. England/2007) embal yang terbuat dari singkong merupakan “kembaran” dari makanan dengan bahan baku sagu yang dinamakan sagu lempeng.

Selain embal yang menjadi makanan khas, bahkan saat ini menjadi buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung, banyak lagi makanan setempat yang menggugah selera.

Seperti olahan rumput laut yang dinamakan lat. Lat serupa urap, akan tetapi dengan bahan utama rumput laut yang memang banyak tumbuh di kepulauan itu.

Cita rasa lat yang segar karena diolah tanpa dimasak terlebih dahulu dipadu dengan kelapa parut yang diberi bumbu berasa pedas dan gurih, akan mampu menggoyang lidah.

Jangan Ditanya

Kepulauan Kei mungkin belum seterkenal Bali, akan tetapi potensi wisata baharinya jangan ditanya.

Laut berwarna biru dan toska yang jernih, beragam jenis ikan, pantai berpasir putih dan lainnya, pasti mengundang siapa pun pecinta alam bebas untuk berkunjung.

Bahkan, disebutkan bahwa pasir paling halus kedua di dunia setelah Hawaii ada di Pantai Ngurbloat atau lebih dikenal oleh warga Kota Tual dengan sebutan Pantai Pasir Panjang, terletak di Desa Ngilngof di bagian barat Pulau Kei Kecil.

Pasir putihnya yang membentang sekitar lima kilometer, ribuan pohon kelapa yang terhampar di pinggir pantai, air laut yang jernih membiru dan ombak yang tenang, akan membuat pengunjung betah berlama-lama ditempat ini.

Masih banyak lagi objek wisata bahari di Kepulauan Kei yang mulai naik daun sejak 2017, seperti Pantai Ngur Sarnadan, Ohoi Lilir, Ohoi Ngilngof, Pasir Timbul Ngurtavur, Pulau Bair, dan aneka destinasi lain.

Indonesia itu luas dan kaya, jangan hanya terpaku di satu tempat tanpa meluaskan mata. Lihatlah di timur Indonesia, banyak “surga” tersembunyi yang menunggu untuk dinikmati.*

Baca juga: Bupati Maluku Tenggara melacak leluhur Suku Kei di Buleleng

Baca juga: Menikmati pesona sepotong surga di Maluku Tenggara

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Wapres serukan rekonsiliasi dan keadilan untuk perdamaian di PBB

New York, Amerika Serikat (ANTARA News) – Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyerukan pentingnya dialog, rekonsiliasi dan keadilan guna membangun perdamaian dunia saat berbicara dalam konferensi tingkat tinggi perdamaian dunia untuk memperingati ulang tahun ke-100 Nelson Mandela di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York, Senin siang waktu setempat.

Ia mengatakan rekonsiliasi dan keadilan merupakan nilai-nilai yang diajarkan pejuang kemanusiaan Nelson Mandela dalam membebaskan masyarakatnya dari sistem apartheid yang diskriminatif dan perjuangan Mandela telah menginspirasi dunia, bukan hanya Afrika Selatan.

“Saya percaya pada nilai rekonsiliasi. Salah satu contohnya adalah bagaimana proses rekonsiliasi berjalan dengan baik di Aceh. Perdamaian di Aceh memungkinkan pembangunan ekonomi terus berlangsung dan mantan pemberontak sekarang memegang posisi pemerintahan yang penting,” katanya.

Menurut dia kebiasaan dialog memupuk budaya perdamaian, selain mendukung hubungan yang baik di antara negara-negara, dan toleransi di antara kepercayaan dan agama.

“Kami juga percaya bahwa dialog dapat membantu mengatasi ujaran kebencian, radikalisme dan ekstremisme kekerasan,” katanya.

Wakil Presiden menekankan bahwa perdamaian merupakan prasyarat pembangunan. Pembangunan tidak akan mungkin berkelanjutan tanpa perdamaian. Pembangunan dapat bertahan bila dilaksanakan secara adil di dalam dan di antara masyarakat. 

“Oleh karena itu, PBB dan semua organ dan badannya harus terus mempromosikan dan menjamin perdamaian global dan pembangunan yang adil dan berkelanjutan untuk semua anggota. Tidak ada yang tertinggal,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden juga mengungkapkan kenangannya mengenai presiden pertama Afrika Selatan pasca-rezim apartheid tersebut.

“Saya beruntung bertemu dengannya pada tahun 2003. Saya ingat dia sebagai pribadi dengan karakter yang tenang. Seorang tokoh sederhana, tetapi kuat dalam keyakinan. Saya juga sangat menyukai kaos batik kesayangannya yang berwarna-warni, yang mencerminkan semangatnya yang semarak,” katanya.

Baca juga: Wapres hadiri KTT Perdamaian Dunia untuk peringati ultah ke-100 Mandela
Baca juga: Wapres pimpin delegasi Indonesia di Sidang Umum PBB

 

Pewarta: M Arief Iskandar
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Wapres belanja buku di New York

New York, Amerika Serikat (ANTARA News) – Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyempatkan diri untuk berbelanja buku saat berada di New York untuk menghadiri sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di markas organisasi tersebut.

Di sela Konferensi Tingkat Tinggi Perdamaian Dunia guna memperingati ulang tahun ke-100 Nelson Mandela yang diselenggarakan PBB di New York, Senin, Wakil Presiden mengunjungi toko buku yang berada di lantai bawah markas besar organisasi itu dan membeli sejumlah buku.

Buku karya Jason Hickel yang berjudul “The Divide Global Inequality from Conquest to Free Markets” juga masuk dalam keranjang belanjaannya.

Belanja buku merupakan bagian dari kebiasaan Wakil Presiden, yang menjadikan buku sebagai sarana menjelajahi pemikiran-pemikiran terbaru yang muncul di dunia.

“Kalau tidak baca buku kita akan dikuliahi orang, kita ketinggalan,” katanya.

Dia selalu menyempatkan diri membeli buku-buku terbaru setiap bulan, dan memanfaatkan waktu senggang pada pagi dan malam hari untuk membaca buku.

Guna memastikan kebaruan informasi dalam buku, JK biasa melihat tahun pertama terbit. “Beli buku itu lihat tahun terbitnya dulu,” katanya.

Baca juga:
Wapres hadiri KTT Perdamaian Dunia untuk peringati ultah ke-100 Mandela
Wapres pimpin delegasi Indonesia di Sidang Umum PBB

 

Oleh M Arief Iskandar
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kendalikan sampah plastik dari sekolah

Surabaya, (ANTARA News) – Salah satu organisasi lingkungan hidup, Tunas Hijau mengharapkan semua sekolah di Kota Surabaya, Jawa Timur, mampu mengendalikan sampah plastik yang sampai saat ini menjadi permasalahan global.

Ketua Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni, di Surabaya, Senin, mengatakan salah satu cara yang perlu dilakukan sekolah untuk mengendalikan sampah palstik yaitu dengan cara membentuk, melaksanakan dan mengolah sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

“Ini biasanya sudah dilakukan sekolah-sekolah sudah bergabung dalam kegiatan gerakan peduli lingkungan hidup sekolah atau `Surabaya Eco School 2018`,” katanya.

Menurut dia, ada beberapa kiat sukses dari kegiatan “Surabaya Eco School 2018” di Surabaya antara lain larangan penggunaan sedotan plastik minuman dan makanan dalam kemasan sekali pakai bagi seluruh warga sekolah.

Selain itu, ajakan warga sekolah mengganti botol plastik menggunakan tumbler atau botol minuman yang bisa digunakan jangka panjang serta memisahkan sampah organik/daun dengan menampung di komposter sekolah.

Pada kegiatan tersebut, kata dia, setiap sekolah diminta langsung membuat rencana aksi lingkungan berkelanjutan dan merealisasikan rencana tersebut terutama pada pengolahan sampah.

“Nanti akan ada apresiasi bagi warga sekolah yang sudah melakukan aksi nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup baik di sekolah maupun rumahnya,” katanya.

Zamroni berharap jumlah sekolah “zero waste” atau sekolah tanpa sampah kemasan makanan dan minuman sekali pakai” di Surabaya yang sampai saat ini berjumlah 16 sekolah bisa meningkat pada akhir tahun 2018. “Semoga bisa mencapai 50 sekolah,” ujarnya.

Hal sama juga dilakukan Komunitas Nol Sampah yang terus mengkampanyekan “Diet Sedotan Plastik” di Kota Surabaya dalam beberapa hari ini.

Koordinator Komunitas Nol Sampah Hermawan mengatakan sampah plastik terutama sampah plastik di laut menjadi salah satu isu penting di Indonesia.

Menurut dia, berdasarkan riset Jambeck di 2015 menyebutkan bahwa Indonesia merupakan peringkat kedua dunia sebagai penyumbang sampah plastik ke laut. Jumlahnya mencapai sebesar 1,29 juta ton per tahun atau setara dengan 215.000 gajah jantan Afrika dewasa.

“Perubahan gaya hidup yang cenderung lebih memilih hal yang instan dan praktis menyebabkan menyebabkan sampah plastik di Indonesia termasuk Kota Surabaya dari tahun ke tahun terus meningkat. Faktanya 15-17 persen sampah di Indonesia adalah sampah plastik,” katanya.

Menurut beberapa kajian, sampah plastik di Kota Surabaya terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk 1988 dari total sampah hanya 5,6 persen plastik, namun 2018 sampah plastik meningkat menjadi 15 persen atau sekitar 400 ton per hari.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya mengatakan pengurangan pengunaan botol dan sedotan plastik menjadi perhatian penting sebab kedua benda tersebut acap kali menyumbat saluran dan rumah pompa yang kemudian mengakibatkan banjir.

“Makanya, saya terapkan pembayaran Bus Suroboyo dengan botol plastik, bukan uang,” ujarnya.*

Baca juga: Indonesia suarakan aksi global pengurangan sampah plastik di laut

Baca juga: Di sela konser, Kaka tantang Slankers kurangi pakai sampah plastik

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Mempercantik wajah Indonesia jelang pertemuan IMF-WB

Hong Kong, (ANTARA News) – Dua pekan lagi, Bali akan menggelar hajatan terbesarnya tahun ini sebagai tuan rumah pertemuan tahunan negara-negara anggota Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (Anual Meeting International Monetary Fund-World Bank/AM IMF-WB).

Menjadi istimewa karena AM IMF-WB merupakan pertemuan tertinggi bagi pemangku kepentingan ekonomi di dunia. Sebanyak 22 kepala negara, serta menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 189 negara dijadwalkan akan berada di Bali kurun 8-14 Oktober 2018.

Mata dunia kiranya akan tertuju kepada Indonesia, terutama Bali. Selain kepala negara dan pejabat tinggi pemerintahan, 15 ribu delegasi dari lembaga keuangan internasional, organisasi internasional, pelaku bisnis, akademisi hingga media massa internasional juga akan berkumpul di “Pulau Dewata” itu.

Bali yang memang telah menjadi destinasi favorit bagi pelancong dari berbagai belahan dunia, kini harus meningkatkan kesiapannya. Tamu Pulau Dewata kali ini adalah orang-orang paling berpengaruh terhadap pergerakan roda perekonomian dunia.

Sejak Oktober 2017, Indonesia “mengebut” segala macam persiapan mulai dari pembangunan infrastruktur, akomodasi, logistik, destinasi wisata hingga keamanan.

Ketua Panitia Nasional Penyelenggaran AM IMF WB yang juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan hingga 15 September 2018 persiapan penyelenggaran AM IMF-WB sudah mencapai 94 persen.

Kesiapan infrastruktur terus dipantau setiap hari. Jika terdapat potensi penambahan jumlah delegasi, panitia nasional langsung menyediakan opsi dan fasilitas agar tidak terjadi hambatan konektivitas.

Luhut pada Sabtu (22/9) baru saja meresmikan terowongan bawah tanah (Underpass) Simpang Tugu Ngurah Rai, Badung, Bali, yang menyambungkan Bandara dengan lokasi utama perhelatan AM IMF-WB, Nusa Dua.

Infrastruktur Bandar Udara (bandara) maupun konektivitasnya memang menjadi “wajah” pertama Indonesia yang dipandang oleh delegasi mancanegara. Oleh karena itu, infrastruktur bandara menjadi teramat penting.

Terdapat sejumlah bandara yang menjadi penopang penyelenggaran AM IMF-WB di antaranya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Bandara Internasional Lombok, Bandara Internasional Juanda – Surabaya, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin – Makassar, dan juga Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan – Balikpapan.

Untuk memaksimalkan kesiapan bandara tersebut, beragam pemutakhiran sudah dilakukan. Misalnya pembangunan gedung bagi para tamu super penting atau VVIP di Bandara Ngurah Rai, perluasan apron pesawat, perluasan terminal, hingga penyajian unsur budaya di bandara untuk meyambut para delegasi.

Direktur Pelayanan dan Pemasaran PT. Angkasa Pura I Persero Devi Suradji pada Sabtu (23/9) mengatakan gedung bagi para tamu VVIP sudah selesai, dan kemudian apron juga sudah diperluas untuk menampung kebutuhan parkir pesawat tamu.

Berdasarkan catatan Antara, untuk penyelenggaraan AM IMF-WB ini, Bandara I Nguah Rai akan meningkatan kesiapan, dengan beberapa di antaranya adalah peningkatan jam operasional bandara menjadi 24 Jam, kapasitas landas pacu ditingkatkan menjadi 33 penerbangan setiap jam dari 30 penerbangan, penambahan landas pacu cepat (rapid exit taxiway) menjadi tiga dari dua unit.

Kemudian, konektivitas penyambung juga ditambah dengan pembangunan terowongan (underpass) bandara ke Nusa Dua, peningkatan kapasitas Gedung Parkir Mobil menjadi 1.615 slot kendaraan.

Selanjutnya, layanan penumpang juga dengan menambah konter pemeriksaan tiket (check in) dari 96 unit konter seluas 2.740 meter persegi menjadi 126 unit dengan luas 4.420 meter persegi. 

AP I juga sudah melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai, Ditjen Imigrasi untuk meningkatkan pelayanan bag para delegasi AM IMF-WB.

Selama enam hari penyelenggaraan AM IMF-WB, diperkirakan 100 pesawat setiap harinya mendarat di Bali. Panitia nasional menyiapkan lokasi parkir tambahan bagi pesawat jika kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah penuh. Lokasi parkir itu bisa berada di Bandara Juanda Surabaya, Bandara Lombok, NTB dan Bandara Banyuwangi, Jatim.

Pertimbangan pembangunan infrastruktur bandara untuk menyambut AM IMF-WB tentu tidak dalam kerangka berpikir jangka pendek. Infrastruktur seperti penggerak roda perekonomian bagi sektor-sektor ekonomi lain. Selain bandara, pemerintah juga mempercepat penyelesaian patung Garuda Wisnu Kencana dan pengembangan Pelabuhan Benoa Bali untuk menarik minat melancong para delegasi.

Manfaat Ekonomi

Pemerintah dan Bank Indonesia merogoh kocek hingga Rp855 miliar untuk menyelenggarakan AM IMF-WB. Namun manfaat ekonomi yang dipetik dari gelaran tahunan ini diperkirakan berkali lipat dari anggaran itu.

Pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan juga akan memberikan efek jangka panjang terhadap pergerakan ekonomi di Bali dan daerah sekitar Bali terutama sektor pariwisata.

Studi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyatakan pertemuan ini akan menambah kedatangan 18.000 orang wisatawan mancanegara ditambah 1.800 wisatawan nusantara, sehingga pertumbuhan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 16,4 persen pada 2018.

Kegiatan ekonomi juga meningkat sebesar 0,64 persen, sehingga pertumbuhan ekonomi di Bali diperkirakan pada akhir tahun mencapai 6,54 persen, atau lebih tinggi dari perkiraan tanpa ada acara pertemuan IMF-Bank Dunia, sebesar 5,9 persen.

Tambahan sebesar 0,64 persen tersebut antara lain berasal dari pertumbuhan dari berbagai industri seperti sektor konstruksi 0,26 persen, sektor lain-lain 0,21 persen, sektor hotel 0,12 persen dan sektor makanan serta minuman 0,05 persen.

Total penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia ini memberikan sumbangan kepada perekonomian sebesar Rp7,8 triliun yang diantaranya berasal dari kegiatan konstruksi infrastruktur, penyiapan tempat wisata, hotel dan akomodasi serta perdagangan.

Untuk memaksimalkan dampak ekonomi tersebut, Bappenas merekomendasikan upaya untuk mendorong pengeluaran peserta dan memaksimalkan kunjungan wisata, tidak hanya ke Bali, namun juga destinasi unggulan lainnya.

Destinasi unggulan lainnya selain Bali, adalah Lombok, Yogyakarta, Banyuwangi, Danau Tiba, Tana Toraja, serta Pulau Komodo, Flores dan Sumba.*

Baca juga: Pertemuan IMF-World Bank pertaruhan bagi bangkitnya pariwisata Indonesia

Baca juga: Sambutan istimewa dari Bali untuk delegasi IMF-WB

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Listrik padam lagi

Bandarlampung, (ANTARA News) – Sejumlah warga di Bandarlampung kembali mengeluhkan pemadaman listrik di daerahnya karena mengganggu beragam aktivitas mereka.

“Kami sudah tidak tahu mau bilang apalagi. PLN seenaknya memadamkan aliran begini,” kata Ivan, warga Labuhanratu, Kota Bandarlampung, Sabtu malam.

Ia mengatakan, saat ini sedang berkumpul dengan keluarga termasuk kakaknya yang datang berkunjung ke rumah orang tua mereka sambil membawa anak kecil. Sontak, anak itu menangis ketika melihat suasana gelap.

“Lagi ngobrol dengan kakak yang sudah berapa bulan gak ketemu sambil bermain dengan keponakan, tiba-tiba listrik padam. Keponakan langsung menangis karena takut. Untungnya ada ponsel yang memiliki senter. Untuk sementara bisa menerangi ruangan,” kata dia.

Seorang pelajar di salah satu sekolah menengah pertama di Bandarlampung, M Yusuf pun mengaku terganggu dengan pemadaman listrik itu. Sebab, dirinya walau malam Minggu tetap belajar guna menyelesaikan tugas dari sekolah.

“Saya tadi sedang mengerjakan PR, tiba-tiba listrik padam. Jadi terganggu,” kata dia, ketika bertemu di warung saat membeli lilin.

Dia pun mengaku kecewa dengan seringnya pemadaman listrik apalagi di malam hari karena sangat mengganggu.

“Tetapi pemadaman di Bandarlampung gak bisa diprediksi sih, kadang siang, kadang malam, terserah PLN sepertinya,” kata dia.

Sementara itu, warga pun tidak mengetahui kapan adanya giliran pemadaman listrik karena tidak ada pemberitahuan.

“Saya selalu menghitung hari saja, misal hari ini tiga hari tidak padam, kemungkinan di daerah saya padam,” kata Dodi, warga Kotasepang, Bandarlampung.

Dodi yang bekerja di malam hari sebagai terapis itu, ketika pulang melihat daerah yang dilalui jika terjadi pemadaman, maka kemungkinan di daerahnya tidak lama lagi mendapat giliran.

Dia menyarankan PLN memberikan pengumuman melalui saluran telepon seluler berupa pesan singkat jika akan dilakukan giliran pemadaman, karena jika melalui media cetak atau elektronik, tidak banyak warga yang membaca koran atau menonton TV lokal atau mendengarkan radio.*

Baca juga: Lampu jalanan kota Pekanbaru padam, gara-gara pemkot tunggak tagihan listrik Rp37 miliar

Baca juga: Warga Bengkulu keluhkan pemadaman listrik selama Ramadhan

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Masjid Raya Medan dibersihkan

Medan, (ANTARA News) – Karyawan dan pimpinan Maybank gotong royong membersihkan Masjid Raya Medan dan berbagai kegiatan sosial lainnya sebagai wujud komitmen kampanye kepedulian toleransi dalam keberagaman.

“Aksi sosial itu dilakukan di semua kota yang ada Maybank, dengan membersihkan berbagai rumah ibadah,” ujar Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria di Medan, Sabtu, usai melakukan aksi sosial di Masjid Raya Medan bersama pimpinan dan karyawan yang dihadiri pihak Otoritas Jasa Keuangan dan Yayasan Istana Maimoon dan Masjid Raya.

Masjid Raya Medan atau Masjid Raya Al Mashun yang dibangun pada tahun 1906 itu pada awal pendiriannya menyatu dengan kompleks istana.

Dia menjelaskan, program kampanye kepedulian toleransi dalam keberagaman dengan tajuk Cares of Tolerance in Diversity PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) itu sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Serangkaian inisiatif untuk mendukung nilai-nilai toleransi dalam keberagaman kepada masyarakat di rumah ibadah diharapkan bisa meningkatkan rasa kebersamaan di tengah keberagaman budaya, adat dan agama.

“Kampanye Cares of Tolerance in Diversity merupakan bagian Maybank Global Corporate Responsibility (CR) Day yang sudah dilakukan sejak sembilan tahun lalu.

Tidak hanya di Indonesia, program Maybank Group yang melibatkan lebih dari 20 ribu karyawan Maybank (Maybankers) dilakukan di seluruh dunia

Tahun ini Global CR Day mengangkat tema Maybank Cares-Impact, Engage & Empower.

Selain membersihkan, Maybankers juga berbagi hadiah dan pengetahuan dengan anak-anak dan komunitas tentang pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama melalui berbagi cerita edukatif tentang toleransi dan edukasi keuangan.

“Dengan membantu rumah ibadah apalagi yang identik dengan kerajaan dari suku seperti Masjid Raya yang bagian dari Kerajaan Melayu di Medan, kami berharap bisa memberi kontribusi dalam menjaga sejarah,” ujarTaswin Zakaria.*

Baca juga: Sinergi Maybank Indonesia-Global Wakaf untuk umat

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Menjaga hutan dan budaya masyarakat adat mentawai

Selain sebagai daerah kepulauan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat juga memiliki potensi hutan cukup luas yang tersebar di beberapa pulau besar, yaitu Siberut, Sipora, dan Pagai.

Keberadaan hutan sendiri memiliki arti penting bagi masyarakat adat Mentawai. Sebagai masyarakat tradisional, hubungan antara hutan dan manusia tidak dapat dipisahkan.

Bagi masyarakat Mentawai, hutan sumber kehidupan. Di dalamnya tersedia berbagai macam kekayaan yang mampu memenuhi kebutuhan mereka sehingga bisa bertahan sejak zaman dahulu.

Segala kebutuhan sandang, pangan, dan papan disediakan oleh alam sehingga masyarakat memiliki kepentingan untuk menjaga keberadaan hutan agar dapat terus lestari.

Keberadaan hutan juga erat kaitannya dengan kebudayaan. Interaksi masyarakat dengan alam perlahan mulai membentuk kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah seorang sikerei atau dukun tradisional asal Pulau Siberut, Aikub Sakalio, menyebutkan bagi mereka, hutan segala-galanya. Hutan sumber kehidupan, tempat mereka menggantungkan kehidupan sehari-hari.

Ketakutannya terhadap kerusakan hutan bukanlah tanpa alasan karena aktivitas mereka dalam berbagai hal sangat bergantung dengan keberadaan hutan, dan bahkan eksistensi kebudayaan juga bergantung pada hal tersebut.

“Segala jenis obat-obatan, makanan, bahan-bahan untuk membangun hunian hingga teknologi semua ada di hutan. Dengan itulah kami bertahan hidup,” kata dia.

Bukan hendak menolak pembangunan, akan tetapi sikerei yang hampir seluruh tubuhnya dihiasi tato tradisional itu hanya ingin mempertahankan tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu.

Baginya, banyak kemajuan pembangunan apabila hanya akan menghilangkan hutan dan budaya mereka, maka hal tersebut tidak akan ada gunanya.

Menurut dia, hutan merupakan lambang kemandirian masyarakat Mentawai, sehingganya ia tidak mau apabila hutan yang seharusnya menjadi sumber kehidupan tersebut, rusak maupun habis.

“Mentawai tanpa hutan tidak akan ada artinya,” tegasnya.

Hingga kapan pun ia akan terus mempertahankan keberadaan hutan, agar keseimbangan kehidupan dapat terus terjaga.

Sikerei lainnya, Pangarita Tasiritoitet, mengatakan tanpa adanya hutan maka tidak akan ada budaya. Padahal, apabila tidak ada budaya maka tidak akan ada kehidupan.

Sampai kapan pun, ucap dia, hutan akan tetap menjadi bagian dari kehidupan mereka. Ketika akan melakukan pengobatan, maka ia harus mencari ramuan serta berbagai macam tumbuhan dari hutan.

“Apabila hutan sudah hilang, dari mana kami akan mendapatkan dedaunan untuk pengobatan dan ritual adat lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM) Rifai mengatakan berbagai aspek kehidupan masyarakat Mentawai sangat berkaitan erat dengan hutan.

Kearifan lokal mereka yang ada saat ini, awalnya berangkat dari keberadaan hutan, salah satunya ritual pengobatan yang biasa dilakukan oleh sikerei.

Seluruh kebutuhan ritual berupa daun-daunan akan dicari di hutan. Oleh karena itu, hutan tidak hanya dibutuhkan oleh sikerei, akan tetapi juga dibutuhkan seluruh masyarakat Mentawai.

Dalam hal kesenian, mereka juga terinspirasi oleh alam. Pada tarian yang biasa dilakukan oleh sikerei, gerakannya meniru pola atau tingkah laku binatang yang ada di hutan.

“Kalau di Mentawai sudah tidak ada lagi hutan, maka kebudayaan masyarakat pun akan ikut terancam,” ujarnya.

Pelatih seni dari Sanggar Uma Jaraik Sikerei, Mateus Sakukuret, menyebutkan gerakan tari yang dilakukan oleh sikerei mengambil pola gerakan binatang yang biasa mereka temukan di hutan, seperti burung dan primata.

Setidaknya, terdapat dua tarian yang gerakannya terinspirasi binatang, yaitu tarian Uliyat Manyang atau tarian menyerupai elang serta tarian Uliyat Bilou atau tarian menyerupai bilou yang merupakan primata endemik Mentawai.

Menurut Meteus, setiap gerakannya begitu mirip dengan gerakan binatang yang ditiru. Hal ,itu karena sejak zaman dahulu masyarakat Mentawai sangat dekat dengan hutan sehingga mereka sering berinteraksi dengan hewan-hewan tersebut.

“Ketika beraktivitas di hutan, mereka akan bertemu dengan banyak binatang, sehingga gerakan-gerakan binatang tersebut yang kemudian diadopsi menjadi sebuah tarian,” kata dia.

Perda

Terkait dengan hutan adat, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Uma Sebagai Kesatuan Masyarakat Hukum Adat.

Dalam perda tersebut diatur tentang keberadaan panitia penetapan pengakuan Uma sebagai lembaga bersifat “ad hoc” yang dibentuk untuk melakukan verifikasi terhadap penetapan pengakuan Uma sebagai kesatuan masyarakat hukum adat di Mentawai.

Sekalipun demikian, Rifai menerangkan bahwa yang menjadi kendala saat ini adalah panitia penetapan pengakuan Uma tersebut belum terbentuk sesuai amanat Pasal 1 Ayat 15 Perda No. 11 Tahun 2017.?

Padahal, beberapa komunitas masyarakat adat di Mentawai telah melakukan pemetaan wilayah adat dan mengusulkan permohonan pengakuan wilayah adat tersebut kepada Bupati Kepulauan Mentawai.

Belum terbentuknya panitia tersebut, lantaran belum dikeluarkan surat keputusan (SK) bupati terkait dengan Panitia Penetapan Pengakuan Uma sebagai kesatuan masyarakat hukum adat di Mentawai.

Oleh sebab itu, ia mendorong pemerintah kabupaten setempat segera menindaklanjuti keberadaan Perda ?No. 11 Tahun 2017 dengan segera menerbitkan peraturan bupati (perbub).

Selain itu, rancangan perbub yang ada saat ini agar disempurnakan dengan cara menyederhanakan proses dan kriteria, kemudian dilanjutkan dengan melakukan singkronisasi antara tugas dan kewenangan dalam rancangan perbub tersebut.

Kepastian

Dengan diaturnya hutan di Mentawai sebagai hutan adat, maka masyarakat adat yang mendiami daerah tersebut akan mendapatkan kepastian hak adat dan mendapat pengakuan secara sah.

Rifai menyebutkan ketika sudah ada kepastian hak tersebut, maka masyarakat adat dapat mempertahankan wilayah mereka seandainya ada pihak-pihak luar yang ingin mengambil alih wilayah hutan mereka.

Sementara itu, salah seorang pengurus Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Mentawai, Lukas, mengatakan untuk dapat menjaga eksistensi hutan dan kebudayaan Mentawai, maka seluruh pihak harus saling bersinergi.

Apabila upaya tersebut dijalankan sendiri-sendiri oleh masing-masing pihak maka akan sulit untuk menjaga hutan dan kebudayaan Mentawai tetap eksis.

“Harus ada sinergi dari banyak pihak, baik itu pemerintah, pelaku kebudayaan atau masyarakat adat, budayawan serta LSM yang bergerak di bidang tersebut,” ujarnya.*

Baca juga: Mentawai gelar festival masyarakat adat

Baca juga: Mentawai diharapkan dapat lepas status tertinggal pada 2019

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pelemahan rupiah dan opini liar yang memgikutinya

Manado,  (ANTARA News) – Pelemahan rupiah yang terjadi beberapa waktu terakhir, di mana sempat menyentuh angka Rp15.000 per dolar Amerika Serikat, telah menimbulkan pertanyaan apakah Indonesia akan kembali masuk dalam krisis ekonomi dan keuangan.

Pengamat ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Agus Tony Poputra memberi jawaban untuk pertanyaan itu secara sederhana, “Bila masyarakat menghendakinya”.

Kehendak tersebut diwujudkan lewat respons berlebihan terhadap opini-opini yang menyudutkan dan seringkali liar.

Respons tersebut berupa membeli dolar atau mata uang asing lainnya untuk spekulasi dan perlindungan aset atau utang secara berlebihan, membeli barang-barang impor, atau berbahan baku impor secara panik, dan respons negatif sejenisnya.

Hakikatnya, nilai tukar suatu mata uang terbentuk melalui suatu mekanisme sederhana, yaitu suplai dan permintaan mata uang asing.

Sepanjang proses tersebut terjadi karena cerminan pasar barang dan jasa, misalnya kegiatan ekspor-impor, investasi langsung asing, maupun transaksi pasar keuangan yang normal, maka volatilitas nilai tukar relatif kecil atau relatif stabil.

Namun sebaliknya, nilai tukar mata uang akan menjadi sesuatu yang kompleks dan tidak sesuai kondisi ekonomi riil (terdistorsi) apabila terjadi penggorengan suatu mata uang lewat pembangunan opini-opini yang diarahkan untuk kepentingan para pelaku keuangan yang rakus untuk mendapatkan keuntungan abnormal maupun oleh elit-elit politik yang ingin menjatuhkan ataupun membangun citra negatif terhadap pemerintah.

Dasar opini yang dibangun oleh pihak-pihak yang bertujuan jahat sering terlalu dipaksakan.

Sebagai contoh, pelemahan rupiah saat ini dikaitkan dengan kondisi ekonomi Argentina dan Turki yang sedang mengalami krisis dengan menekankan bahwa Indonesia akan mengalami nasib serupa.

Faktanya, hubungan ekonomi Indonesia dengan kedua negara tersebut dilihat dari perspektif ekspor-impor relatif kecil.

Pada 2017, ekspor Indonesia ke Argentina hanya sebesar 266,41 juta dolar AS atau 0,16 persen dari total nilai ekspor Indonesia, dan ke Turki hanya sebesar 1,17 miliar dolar AS atau 0,69 persen.

Pada tahun yang sama, impor dari Argentina sebesar 1,15 miliar dolar AS atau 0,77 persen dari total impor Indonesia dan dari Turki hanya sebesar 576,24 juta atau 0,38 persen.

Selain itu, pada periode Januari-Juli 2018, ekspor Indonesia ke dua negara relatif stabil yang mana sudah melebihi 50 persen ekspor tahun 2017.

Ini menandakan krisis kedua negara tersebut tidak berpengaruh terhadap Indonesia.

Adanya opini-opini yang kurang mendasar seperti itu, dapat merugikan bangsa secara keseluruhan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih bijak menyikapinya.

Sesungguhnya opini-opini tersebut tidak mampu memberikan efek yang berarti jika tidak direspons berlebihan oleh masyarakat. Kata bijaknya, “Apabila rumah terbakar, jangan ikut membakar rumah kita”.

Menghadapi pelemahan rupiah dan mengantisipasi potensi krisis, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri atas Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang mewakili pemerintah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah membuat kebijakan sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Dari pihak pemerintah, kebijakan yang dibuat di antaranya pengendalian impor lewat instrumen pajak dan penggunaan barang substitusi impor.

Selanjutnya, BI melakukan beberapa kebijakan di antarnya menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 125 basis poin menjadi 5,50 persen selama tahun 2018, melakukan intervensi di pasar valas serentak dengan pembelian SBN di pasar sekunder, dan menyediakan instrumen swap valas dan swap hedging.

Kebijakan-kebijakan di atas sebaiknya diaplikasikan secara cepat dan dinformasikan secara luas agar menjadi signal yang kuat bagi pelaku pasar dan masyarakat.

Sebagai contoh, BI perlu melakukan swap valas dengan pihak-pihak tertentu dengan nilai kurs dan tanggal exercise yang jelas di mana tindakan tersebut diinformasikan secara luas agar menjadi signal tentang berapa nilai tukar yang ingin dituju BI pada kurun waktu tertentu.

Di samping itu, katanya, Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015 yang mewajibkan transaksi domestik menggunakan rupiah perlu ditegakkan secara konsisten untuk mengurangi permintaan mata uang asing.

Tindakan-tindakan seperti ini akan lebih efektif mengurangi efek negatif dari opini yang berseberangan ketimbang perang opini berlebihan yang dapat membingungkan masyarakat.

Dengan demikian, pelemahan rupiah tidak berkembang menjadi krisis ekonomi dan keuangan.

Belum Berdampak

Wakil Ketua Kamar Dagang Industri Sulut Ivanry Matu mengatakan kemerosotan nilai tukar rupiah yang kini berkisar pada Rp15.000 per dolar AS, belum berdampak signifikan di Sulawesi Utara.

Faktanya memang masih banyak orang belanja, baik di mal, pasar, maupun secara dalam jaringan.

Banyak agenda, baik nasional maupun lokal, di Kota Manado dan sekitarnya tetap terlaksana, sementara penghunian hotel di atas angka 50 persen.

Kemerosotan nilai tukar rupiah, menurut dia, tidak berdampak pada perekonomian di Sulut karena masih digerakkan oleh sektor riil atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ivanry menjelaskan secara nasional pelemahan rupiah yang mendekati Rp15 ribu menjadi kekhawatiran, apalagi jika kaitannya dengan politik ekonomi, contohnya kebijakan impor bahan pangan yang tinggi dengan kurs dolar itu menjadi dilematis.

Memang, katanya, di sisi lain sebetulnya impor bahan pangan tidak adil bagi petani.

Akan tetapi, dengan mempertimbangkan dan mengantisipasi kenaikan harga pangan, apalagi pada musim kemarau ini, pemerintah perlu melakukan impor untuk menekan inflasi dan menjamin ketersediaan pangan.

Bagi pengusaha yang produksinya bergantung pada bahan baku impor, ini tentu pukulan berat dan dampaknya juga pasti berdampak pada ekonomi nasional.

“Inilah yang perlu kita waspadai,” katanya.

Di Sulut, katanya, pabrik yang menggunakan bahan baku impor tidak terlalu banyak. Apalagi, rata-rata masih berkategori pengusaha kecil dan menengah sehingga belum mengimpor bahan baku untuk produksi.

Tetapi, katanya, harus dipahami bahwa pelemahan rupiah selalu berdampak pada pengetatan daya beli, apalagi jika nanti suku bunga dinaikkan.

Oleh karena itu ia mengharapkan Bank Indonesia tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuan.

Deputi Direktur Bidang Advisory dan Pengembang Ekonomi Kantor Perwakilan BI Sulut MHA Ridhwan mengatakan pelemahan rupiah saat ini mampu meningkatkan kinerja ekspor di Provinsi Sulut karena dipastikan nilainya meningkat.

Di sisi lain, dampaknya ke daerah pengimpor karena peningkatan biaya beban dalam dolar.

Memang, secara nasional dari sisi harga, pelemahan nilai tukar rupiah berdampak pada peningkatan harga jual barang impor sehingga pelemahan rupiah ini perlu disikapi positif karena mampu meningkatkan devisa dan daya saing produk.

Perkembangan nilai tukar rupiah masih terkendali, ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang terjaga dan langkah stabilisasi secara terukur yang ditempuh Bank Indonesia.

Langkah stabilisasi nilai tukar rupiah pada periode penyesuaian likuiditas global ini juga ditopang dengan upaya mengoptimalkan instrumen operasi moneter untuk tetap menjaga ketersediaan likuditas.

Ke depan, Bank Indonesia terus mewaspadai risiko ketidakpastian pasar keuangan global dengan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya, serta menjaga bekerjanya mekanisme pasar dan didukung upaya-upaya pengembangan pasar keuangan.*

Baca juga: Kenaikan imbal hasil obligasi AS, picu pelemahan rupiah jadi Rp14.895

Baca juga: DPR dukung langkah pemerintah redam pelemahan rupiah

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Menguji adrenalin arung jeram Lukup Badak

Dengan letak di salah satu bagian punggung Pegunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang Pulau Sumatra, Kabupaten Aceh Tengah menyimpan beragam pesona wisata yang tak bisa dilewatkan untuk dikunjungi.

Tempat tujuan wisata itu, salah satunya wisata arung jeram Lukup Badak, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah. Para pecinta wisata air yang ingin menguji adrenalin di arus Sungai Peusangan, tak perlu harus menempuh jalur yang jauh dan waktu berjam-jam dari Kota Takengon menuju lokasi.

Mereka cukup menempuh jarak tujuh kilometer dari Kota Takengon, akan langsung tiba di lokasi arung jeram yang siap menguji fisik dan nyali di tengah sejuknya alam serta hamparan indah Dataran Tinggi Gayo.

Wahana olahraga yang terkenal ekstrem tersebut, resmi melayani para rafter pada 2017, dan tepatnya pada 15-16 Septermber 2018 menjadi salah satu lokasi rangkaian kegiatan Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2018.

“Arung jeram di Lubuk Badak Takengon Aceh Tengah sangat cocok menjadi wisata keluarga dan pecinta wisata lingkungan. Semoga ini menjadi destinasi baru di Takengon mengingat jaraknya tidak jauh dari kota dan menyimpan pesona alam yang luar biasa,” kata Wakil Ketua PKK Aceh Dyah Erti Idawati.

Di sela-sela membuka Takengon Rafting Festival 2018 yang merupakan rangkai dari GAMIFest 2018, Dyah yang juga istri Pelaksana Tugas Gubenur Aceh Nova Iriansyah itu, mengatakan bahwa wisata arung jeram tersebut sangat cocok bagi kalangan keluarga dan pecinta lingkungan.

Dyah mengaku sudah menjajal arus Sungai Peusangan dengan mencoba track rafting sejauh 4,5 kilometer yang berada di kawasan Kabupaten Aceh Tengah tersebut.

“Potensinya sangat luar biasa dan sangat cocok untuk dijadikan sebagai wahana wisata keluarga dan pecinta lingkunga yang patut untuk dicoba dan dikunjungi,” katanya.

Sebagai salah satu tempat digelarnya kegiatan yang bertujuan meningkatkan pembangunan di kawasan Gayo-Alas, agenda itu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Khalisuddin bersama rekan-rekannya untuk mempromosikan wisata Arung Jeram Lukup Badak.

“Kawasan ini baru disulap menjadi kawasan arung jeram pada tahun 2017 dan melalui momen GAMIFEst ini menjadi sarana promosi serta memperkenalkan Arung Jeram Lukup Badak ke masyarakat dunia,” katanya.

Takengon Rafting tersebut merupakan bagian dari ragam atraksi GAMIFest 2018. Adapun ragam atraksi yang akan ditampilkan tersebut, meliputi Destination Photo Contest, Opening Ceremony, tarian massal, Pawai Budaya Gayo Alas, Pentas Wonderful Gayo Alas, Handicraft and Photo Expo, Coffee and Culinary Festival, Lomba Perahu Tradisional dan Jet Ski Exhibition.

Selain itu, Paramotor Show, Camping 100 Tenda, Festival Panen Kopi, Expedisi Burni Telong, Aceh Bike Cross Country, Gathering Pesona Indonesia, Pacu Kuda Tradisional, Aceh Trail Adventure, Festival Agara, wisata arung jeram, pelatihan pariwisata, dan atraksi wisata menarik lainnya.

Meski tergolong baru, Khalisuddin yang didapuk sebagai ketua pengelola dan juga Panitia Takengon Rafting Festival itu mengatakan, pada akhir pekan, wisata arung jeram Lukup Badak kerap dikunjungi oleh rafter yang berasal dari kabupaten yang ada di Aceh, seperti Lhokseumawe dan juga ada dari luar Aceh, seperti Jakarta dan Riau.

Bagi wisatawan yang belum terbiasa dengan olahraga air yang penuh tantangan tersebut, mereka dapat mencoba dengan grade I dan tentu akan didampingi pemandu yang telah memegang sertifikat kompetensi dan profesi.

Khalisuddin menyebutkan wisata arung jeram di Takengon tersebut menawarkan empat grade, di mana masing-masing kelas tersebut akan menikmati sensasi berbeda-beda dalam mengeksplorasi daerah berhawa dingin tersebut.

Ia menyebutkan para rafter yang siap menguji andrenalin dan menjamah Sungai Pasangan tersebut, cukup menyiapkan uang saku mulai dari Rp60 ribu sampai Rp150 ribu.

Tak berhenti di wisata arung jeram, Khalis bersama rekan-rekan juga sudah menginisiasi kawasan tersebut sebagai kawasan wisata lainnya, sehingga para pelancong yang datang ke tempat itu tidak hanya menikmati pesona air, akan tetapi juga bisa melayang-layang di udara nan sejuk tersebut.

Khalisuddin menjelaskan kawasan tersebut juga akan dilengkapi sebagai sarana wisata menguji fisik, mengasah kemampuan, dan yang tak kalah menarik adalah bisa menghabiskan malam dengan berkemah.

“Cita-cita kami membangun kawasan ini menjadi daerah wisata `outdoor` (luar ruangan) dan ini akan dibangun secara bertahap,” katanya.

Ada pun cita-cita yang akan diwujudkan dalam waktu dekat adalah  flying fox dan selanjutnya panahan serta menjadi lokasi perkemahan bagi tamu yang suka bermalam di tenda.

Mari menjajal, menguji adrenalin, dan menikmati pesona alam di kawasan sejuk tersebut! *

Baca juga: Soal mahasiswa meninggal saat arung jeram, polisi usut unsur kelalaian

Baca juga: Tiba-tiba banjir, satu mahasiswi tewas saat arung jeram di Kediri

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Istana Kodriyah Pontianak, cagar budaya yang utuh

“Kayu Ulin Kalimantan selama ini tak pandai ambruk (kuat),” kata seorang pengemudi taksi grab di Pontianak Abdul Aziz, dalam perbincangan dengan Antara, Rabu (19/9).

Ia menyatakan hal itu menjawab pertanyaan masih utuhnya bangunan Istana Kesultanan Kodriyah yang semuanya dengan bahan kayu Ulin.

Hal senada disampaikan seorang pengusaha kayu asal Pontianak Swadana yang menyatakan bahwa kayu Ulin termasuk kayu cukup kuat, dibandingkan dengan kayu lainnya.

Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) sudah lama melarang kayu Ulin dikirim ke luar daerah. Sebab, keberadaan hutan pohon Ulin di Kalimantan Barat semakin menipis.

“Tapi Pemprov Kalimantan Tengah dan Timur tidak melarang pengiriman kayu Ulin keluar daerah. Ya, kalau membawa kayu Ulin dari Kalbar bisa saja di bawa ke Kalteng, baru dikirim ke Jawa,” ucapnya menjelaskan.

Sebagaimana dijelaskan Syarif Hamdan Alkadrie yang masih keluarga di Kesultanan Istana Kodriyah, kepada Antara, Selasa (18/9), istana itu dibangun pada 1773, setelah pembangunan Masjid Jamik Potianak pada 1771.

“Pertama kali dibangun masjid, baru kemudian istana,” ucap Syarif Hamdan menegaskan.

Namun,di laman situsbudaya.id menyebutkan secara historis, Istana Kodriyah mulai dibangun pada tahun 1771 M dan baru selesai pada tahun 1778 M.

Tak beberapa lama kemudian, Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadrie pun dinobatkan sebagai sultan pertama Kesultanan Pontianak, dan mendapatkan pengesahan sebagai Sultan Pontianak dari Belanda pada tahun 1779.

Disebut Istana Kodriyah, karena sesuai dengan tulisan yang masih asli di bangunan yang didominasi warga kuning, termasuk pagar pada bagian depan, dalam Bahasa Arab dengan tulisan warna hitam terbaca istana Kodriyah.

Tapi di papan yang dikeluarkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pontianak di samping kiri istana menyebutkan bahwa bangunan itu masuk situs cagar budaya tertulis Istana Kadriah.

Mengenai warna kuning, kata Syarif, juga dimanfaatkan warna untuk perahu Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadrie yang digunakan untuk meninjau wilayahnya di Sungai Kapuas.

“Itu yang ada di foto perahu sultan juga berwarna kuning di belakangnya ada satu buaya besar yang selalu mengawal. Dominasi warna kuning merupakan simbol kemenangan,” ucapnya.

Di dalam istana berisi berbagai foto keluarga juga peninggalan istana, antara lain guci China, dua kursi singgasana, mahkota, juga peninggalan yang lainnya, termasuk dua kaca berukuran cukup besar di kanan kiri di ruangan tengah dan sejumlah senjata kanon terletak di depan istana.

“Dua kaca besar ini hadiah dari Pemerintah Prancis,” ucap dia.

Antara yang mencermati bangunan itu bersama Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro Heru Sugiyarto menjumpai ada papan kayu ulin di bagian depan yang utuh dengan panjang lebih dari 20 meter lebar sekitar 15 centimeter.

“Bangunan istana masih bisa utuh ya karena berbeda dengan bangunan modern yang proses pembangunannya tidak benar,” ujarnya.

Dari catatan yang ada menyebutkan bahwa Syarif Abdurrahman Alkadrie, seorang putra ulama keturunan Arab Hadramaut pada hari Rabu, 23 Oktober 1771 (14 Rajab 1185 H), membuka hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar.

Usaha membuka hutan itu dilakukan untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal. Pada tahun 1778 (1192 H), Syarif Abdurrahman dikukuhkan menjadi Sultan Pontianak.

Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Masjid Jamik Pontianak (kini bernama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman) dan Istana Kodriyah yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak.

“Kekuasaan Syarif Abdurrahman Alkadrie sampai Natuna. Tapi Pontianak dalam percaturan politik tidak masuk daerah istimewa, seperti Yogyakarta. Tapi pada 1947 pernah menjadi daerah istimewa sampai 1950,” kata Syarif menjelaskan.

Menurut Agus Alkadrie (ajudan Sultan Syarif Abubakar Alkadrie bin Syarif Mahmud Alkadrie bin Sultan Syarif Muhammad Alkadrie), bahwa Istana dibangun berdasarkan konsep syiar Islam. Ia mencontohkan di balai-balai depan ada jendela kaca yang jumlahnya 30 mengadopsi jumlah juz dalam Al Quran.

Ia Sultan Syarif Abubakar Alkadrie bin Syarif Mahmud Alkadrie bin Sultan Syarif Muhammad Alkadrie sesuai silsilah masuk trah ke-9.

“Istana memiliki delapan kamar, sebab ketika itu dihuni sekitar 50 orang yang semuanya masih keluarga,” ucapnya menjelaskan.

Agus memperkirakan bangunan Istana Kodriyah lebarnya sekitar 25 meter dengan panjang sekitar 60 meter berdiri di atas tanah sekitar 5.000 meter persegi.

Dengan masuknya bangunan Istana Kodriyah sebagai situs cagar budaya, kata Syarif Hamdan Alkadrie, Pemprov Kalimantan Barat, membantu untuk biaya perawatan.

“Gubernur Kalimantan Barat sangat memperhatikan keberadaan Istana Kodriyah. Ya sekarang berkembang menjadi objek wisata dan  dikunjungi wisatawan domestik (wisdom) juga wisatawan mancanegara (wisman) yang datang,” ucap Agus menambahkan.

Ia menambahkan pengunjung Istana Kodriyah dari berbagai kota di Indonesia, antara lain, Jakarta, Bandung, Surabaya, juga wisman dari berbagai negara.

“Pengunjungnya rata-rata sekitar 100 orang per harinya. Rata-rata pengunjung datang untuk melihat arsitektur bangunan yang masih utuh, juga peninggalan yang masih ada di istana,” ucapnya seraya menambahkan mencapai Istana Kodriyah tidaklah sulit, sebab berada di tengah-tengah Kota Pontianak.*

Baca juga: Sandiaga kunjungi Istana Kadriya Kesultanan Pontianak

Baca juga: Peserta SMN di Pontianak kunjungi istana perancang lambang Garuda

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Honorer K2 Cirebon menolak penerimaan CPNS umum

Cirebon (ANTARA News) – Sekitar seratus pegawai honorer kategori 2 (K2) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menolak adanya penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil umum karena menganggap merekalah yang berhak menjadi CPNS.

“Kita tuntut dan berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon menolak adanya formasi umum dari pusat,” kata Koordinator Honorer K2 Cirebon Wandi saat melakukan aksi di depan kantor bupati setempat di Cirebon, Rabu.

Menurut Wandi, dengan adanya pembukaan CPNS umum, maka kesempatan mereka yang sudah lama mengabdi di Kabupaten Cirebon akan sia-sia.

Apalagi pemerintah pusat juga memberikan syarat bagi honorer K2 yang bisa mendaftar CPNS harus berusia di bawah 35 tahun. “Ini sangat tidak adil,” katanya.

“Saya harap Bupati Cirebon secepatnya meminta kepada Presiden untuk segera menyelesaikan honorer K2 menjadi CPNS. Jangan malah membuka CPNS umum,” ujarnya.

Wandi mengatakan sembari menunggu regulasi dari pusat terkait penyelesaian honorer K2 secara nasional menjadi CPNS, pemerintah daerah harus mempertimbangkan kesejahteraan yang layak atau upah yang layak minimal kabupaten kepada honorer K2.

“Perhatikan upah kami Pak Bupati, kami sebulan hanya menerima Rp300 ribu. Kami sudah mengabdi puluhan tahun, tolong perjuangkan nasib kami Pak Bupati,” ujarnya.

Pada Rabu seratusan honorer K2 dari beberapa instansi mendatangi kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kantor Bupati Cirebon dan Kantor DPRD Kabupaten Cirebon.

Kedatangan mereka untuk menagih janji Bupati Cirebon yang pernah berucap bahwa Kabupaten Cirebon tidak akan membuka atau CPNS umum.

Baca juga: Ada 2.919 formasi CPNS di DKI
Baca juga: Warga nilai pembuatan SKCK 2018 lebih efisien
Baca juga: Ribuan guru honorer Sukabumi mogok mengajar

Pewarta:
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Khofifah ajak Muslimat proaktif berdayakan ekonomi Madura

Pamekasan (ANTARA News) – Gubernur terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ikut proaktif memberdayakan ekonomi Madura sebagai bentuk peran aktif kaum perempuan pada sektor ekonomi.

“Madura ini memiliki potensi alam yang bagus, dan oleh sebab itu, peran aktif muslimat untuk ikut memberdayakan potensi ekonomi Madura ini sangat dibutuhkan,” ujar Khofifah di Pamekasan, Rabu sore.

Saat menyampaikan sambutan dalam acara Peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah yang digelar oleh Muslimat NU Cabang Pamekasan di halaman Pendopo Pemkab Pamekasan, Khofifah juga minta agar muslimat bisa menjadi peneduh suasana dengan menghargai perbedaan.

“Ingatkan kepada seluruh warganya, bahwa kita harus membangun suasana saling mengingatkan dan menghargai,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, Madura memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Selain dari sektor maritim, potensi ekonomi Madura yang bisa dikembangkan secara maksimal nantinya adalah pada sektor koperasi.

Gubernur terpilih Khofifah Indar Parawansa hadir di acara Muslimat NU Pamekasan itu, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Muslimat NU.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga memberikan santunan kepada puluhan anak yatim.

Acara Peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah dan Santunan pada anak yatim itu diakhiri dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan secara langsung oleh Khofifah Indar Parwansa didampingi Pejabat Bupati Pamekasan Fattah Jasin dan Wakil Bupati Pamekasan terpilih Raja`e.

Ribuan anggota Muslimat Nu dari 178 desa dan 11 kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan menghadiri acara ini, termasuk tim pemenangan Khofifah-Emil saat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim pada 27 Juni 2018.

Baca juga: Khofifah sampaikan program Jatim sejahtera kepada Muslimat NU
 

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ketiadaan Listrik Akibat Musim Kemarau

Warga mengasuh anaknya di dekat lampu minyak teplok sebagai sumber penerangan rumah di Dusun Sokokembang, Desa Kayupuring, Petungkriyono, Pekalongan Jawa Tengah, Selasa (18/9/2018). Selama tiga bulan terakhir, sekitar 100 kepala keluarga di dua dusun wilayah itu mengandalkan lampu minyak teplok untuk penerangan rumah mereka karena sumber aliran listrik utama dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) tidak berfungsi menyusul susutnya debit sungai setempat akibat musim kemarau. ANTARA FOTO/Aji Styawan/ama

Dubes: Program jet untuk perkuat komunitas lokal

Jakarta, (ANTARA News) – Program Japan Exchange and Teaching Program (JET) bertujuan memperkuat komunitas lokal dengan melibatkan pekerja dari luar negeri termasuk Indonesia, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii menjelaskan.

“Kekuatan sosial di Jepang bersumber dari kuatnya hubungan antara masyarakat dan pemerintah daerah,” ujar Dubes Ishii dalam Peresmian Pendirian Asosiasi Alumni JET (JETAA) Cabang Indonesia di kediamannya di Jakarta, Selasa (18/9) malam.

JET merupakan sebuah program pertukaran pemuda yang dilaksanakan oleh Council of Local Authorities for International Relations (CLAIR) bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Jepang (MOFA), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang (MEXT), serta Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang (MIC).

Melalui program ini, organisasi pemerintah daerah Jepang menugaskan pemuda/pemudi dari berbagai negara termasuk Indonesia sebagai staf khusus pemerintah daerah setempat untuk mengajar bahasa asing, olah raga dan lain-lain di SD, SMP ataupun SMA yang ada di seluruh Jepang, serta memberikan kesempatan kerja bagi peserta program pertukaran dari berbagai negara di level pemerintah lokal Jepang.

Indonesia sebagai negara yang luas dengan keragaman budaya, dinilai dapat memanfaatkan para alumni program JET untuk berkontribusi membangun masyarakat dan potensi lokal daerah masing-masing, dengan menerapkan nilai-nilai positif budaya Jepang.

“Agar bisa tumbuh menjadi sebuah negara yang kuat Indonesia harus memiliki komunitas-komunitas sosial yang juga kuat,” ujar Dubes Ishii.

Satrio, seorang alumni Program JET yang pada 2004-2007 mengajar bulutangkis di sebuah SMA di Kota Maesawa, mengaku belajar banyak dari pengalamannya bekerja di Jepang.

Lulusan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Jakarta itu membantu anak-anak didiknya mempelajari teknik dan permainan bulutangkis dengan waktu yang relatif singkat, bahkan mampu membawa mereka bertanding dalam turnamen nasional.

Salah satu anak yang pernah dilatih oleh Satrio, Ayaka Takahashi, bahkan berhasil merebut medali emas badminton nomor beregu putri dalam Asian Games 2018 di Jakarta.

“Selain etos kerja, konsentrasi, kedisiplinan, dan kejujuran yang sudah terlatih sejak kecil, saya rasa pemerintah Jepang berhasil mengembangkan para atletnya justru dari bangku sekolah,” ujar Satrio.

Pria yang kini sehari-hari melatih di sebuah klub badminton di daerah Cilincing, Jakarta Utara, itu berharap Indonesia bisa belajar dari Jepang dalam peningkatan sarana dan prasarana olahraga untuk mendorong prestasi para atlet.

“Bibit-bibit olahragawan kita banyak tetapi sarana prasarana harus ditingkatkan, rekrutmen atlet juga harus benar-benar transparan,” kata dia.*

Baca juga: Asosiasi Alumni JET Cabang Indonesia didirikan

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018