Pesona Papua dipamerkan di Norwegia

London (ANTARA News) – Kedutaan Besar RI di Oslo ingin menarik wisatawan Norwegia ke Papua dengan memamerkan keindahan dan budaya warga pulau terluas Indonesia itu lewat pameran foto karya Poriaman Sitanggang bertajuk “Voyage to the Rising Sun: Papua, Indonesia” di Engineerium, Oslo, selama 25 sampai 27 September.

“Saya berharap, dengan melihat foto-foto ini masyarakat Norwegia tertarik untuk mengunjungi Papua dan melihat secara langsung kekayaan alam dan budaya Papua,” kata Duta Besar RI di Oslo Todung Mulya Lubis kepada anggota korps diplomatik, akademisi dan Friends of Indonesia yang menghadiri pembukaan pameran.

Pameran yang diselenggarakan KBRI bekerja sama dengan Garuda Indonesia, ANJ, Engineerium, Aker Solutions, Kristiansand Kommune dan Agder University itu memajang 35 foto tentang alam Papua serta kebudayaan serta kehidupan masyarakat adatnya, terutama Suku Dani dan Suku Asmat.

Foto-foto yang diambil Poriaman dalam kurun 1994-2018 itu selanjutnya juga akan dipamerkan di Agder University di Kota Kristiansand dari 28 September sampai 1 Oktober menurut Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Oslo Nina Evayanti, Rabu.

Todung mengatakan foto-foto yang dipamerkan menunjukkan sudut pandang yang berbeda mengenai Papua, terlepas politik yang biasa mewarnai isu tentang pulau di bagian timur Indonesia itu.

“Meskipun kita memiliki pandangan berbeda, tetapi ada satu hal yang sama, bahwa Papua itu sangat unik dan kaya, baik dalam hal kebudayaannya, alamnya, maupun pola hidup masyarakatnya,” kata dia.

Sementara Poriaman mengatakan foto-foto itu merupakan salah satu bentuk apresiasinya kepada masyarakat Suku Asmat dan Suku Dani, yang telah mengizinkan dia mengambil foto-foto mereka dan membagikan ilmu dan kearifan lokal mereka.

“Saya berharap masyarakat Norwegia tertarik untuk berkunjung ke Papua setelah melihat foto-foto tersebut,” demikian Poriaman.

Baca juga:
Papuan Voice ingin ubah stigma Papua lewat film
Lampu tenaga surya akan terangi 40 distrik terisolir Yahukimo

 

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kepulauan Kei tawarkan embal hingga wisata pantai

Ada yang berani makan makanan beracun? Orang biasanya akan menghindari makanan yang beracun, akan tetapi di Maluku Tenggara malah menjadi makanan pokok.

Namanya embal, berupa makanan yang diolah dari bahan dasar berupa singkong beracun yang mengandung sianida. Masyarakat setempat menamakannya kasbi.

Embal merupakan pati kasbi yang proses pembuatannya hampir sama seperti membuat sagu. Bahkan, di Maluku Tenggara juga disebut sagu kasbi.

Singkong dikupas terlebih dahulu lalu dicuci hingga bersih. Setelah itu, singkong atau kasbi di parut. Hasil parutan ditampung dalam karung lalu karung diperas. Proses pemerasan ini yang akan menghilangkan racun kasbi.

Hasil perasan dibiarkan semalaman hingga terpisah antara air dengan endapannya. Endapan inilah yang menjadi tepung yang diproses menjadi embal.

Embal dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, seperti embal bubuhuk, yaitu campuran embal dengan kelapa yang melalui proses pembakaran.

Embal bubuhuk tidak memiliki rasa. Biasanya dimakan dengan ikan kuah kuning, masakan ikan berkuah dengan cita rasa asam yang segar, embal menjadi pengganti nasi.

Kenny, salah seorang warga setempat, mengatakan embal menjadi makanan pokok selain nasi bagi masyarakat di Maluku Tenggara.

Nikmatnya embal dipadu kuah kuning dan ikan yang masih segar dan olahan sayuran khas masyarakat setempat semakin menambah selera makan. Bahkan, ada anekdot bahwa mama mertua lewat tidak terlihat saking nikmatnya menyantap embal.

Selain embal bubuhuk, tepung embal juga dijadikan tepung pelapis pisang goreng. Yang membedakan pisang goreng embal dengan pisang goreng biasa yang menggunakan tepung terigu, pisang goreng embal akan tetap garing meski sudah dingin.

Selain itu banyak lagi olahan embal, seperti embal goreng dan embal kacang yang manis. Akan tetapi, yang paling umum diolah adalah embal love karena berbentuk hati yang sering menjadi teman minum teh atau kopi.

Memilih

Orang-orang di Maluku Tenggara seperti orang Kei lebih memilih makan embal dari pada nasi karena lebih mengenyangkan.

Menurut Kenny, embal lebih mengenyangkan dibandingkan dengan nasi, karena saat embal di perut akan mengembang, terutama setelah minum.

Selain itu, kasbi juga banyak ditanam di daerah kepulauan tersebut dan pada saat musim panen yang sangat banyak. Aneka olahan dari embal bisa bertahan lama, hingga bertahun-tahun, yaitu embal goreng dan bahkan tidak akan terkena jamur.

Berdasarkan laman informasi pangan, sejarah embal di Maluku Tenggara, singkong merupakan komoditas utama yang ditanam pada awal musim hujan.

Jenis makanan ini sangat cocok sebagai bahan pangan saat musim paceklik karena memiliki daya simpan lama, hingga 1-2 tahun, apabila disimpan dalam kondisi yang baik dan kering.

Menurut sejarah, masyarakat Maluku pada awalnya menanam sagu sebagai makanan pokok. Namun, persediaan sagu yang berkurang di pasaran pada era 1970-an membuat banyak petani beralih membuka ladang singkong sejak akhir 1970-an hingga 1980-an.

Lambat laun, tanaman ini menjadi favorit di mata masyarakat. Menurut Ellen (Modern Crises and Traditional Strategies: Local Ecological Knowledge in Island Southeast Asia. Berghahn Books. England/2007) embal yang terbuat dari singkong merupakan “kembaran” dari makanan dengan bahan baku sagu yang dinamakan sagu lempeng.

Selain embal yang menjadi makanan khas, bahkan saat ini menjadi buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung, banyak lagi makanan setempat yang menggugah selera.

Seperti olahan rumput laut yang dinamakan lat. Lat serupa urap, akan tetapi dengan bahan utama rumput laut yang memang banyak tumbuh di kepulauan itu.

Cita rasa lat yang segar karena diolah tanpa dimasak terlebih dahulu dipadu dengan kelapa parut yang diberi bumbu berasa pedas dan gurih, akan mampu menggoyang lidah.

Jangan Ditanya

Kepulauan Kei mungkin belum seterkenal Bali, akan tetapi potensi wisata baharinya jangan ditanya.

Laut berwarna biru dan toska yang jernih, beragam jenis ikan, pantai berpasir putih dan lainnya, pasti mengundang siapa pun pecinta alam bebas untuk berkunjung.

Bahkan, disebutkan bahwa pasir paling halus kedua di dunia setelah Hawaii ada di Pantai Ngurbloat atau lebih dikenal oleh warga Kota Tual dengan sebutan Pantai Pasir Panjang, terletak di Desa Ngilngof di bagian barat Pulau Kei Kecil.

Pasir putihnya yang membentang sekitar lima kilometer, ribuan pohon kelapa yang terhampar di pinggir pantai, air laut yang jernih membiru dan ombak yang tenang, akan membuat pengunjung betah berlama-lama ditempat ini.

Masih banyak lagi objek wisata bahari di Kepulauan Kei yang mulai naik daun sejak 2017, seperti Pantai Ngur Sarnadan, Ohoi Lilir, Ohoi Ngilngof, Pasir Timbul Ngurtavur, Pulau Bair, dan aneka destinasi lain.

Indonesia itu luas dan kaya, jangan hanya terpaku di satu tempat tanpa meluaskan mata. Lihatlah di timur Indonesia, banyak “surga” tersembunyi yang menunggu untuk dinikmati.*

Baca juga: Bupati Maluku Tenggara melacak leluhur Suku Kei di Buleleng

Baca juga: Menikmati pesona sepotong surga di Maluku Tenggara

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Wapres serukan rekonsiliasi dan keadilan untuk perdamaian di PBB

New York, Amerika Serikat (ANTARA News) – Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyerukan pentingnya dialog, rekonsiliasi dan keadilan guna membangun perdamaian dunia saat berbicara dalam konferensi tingkat tinggi perdamaian dunia untuk memperingati ulang tahun ke-100 Nelson Mandela di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York, Senin siang waktu setempat.

Ia mengatakan rekonsiliasi dan keadilan merupakan nilai-nilai yang diajarkan pejuang kemanusiaan Nelson Mandela dalam membebaskan masyarakatnya dari sistem apartheid yang diskriminatif dan perjuangan Mandela telah menginspirasi dunia, bukan hanya Afrika Selatan.

“Saya percaya pada nilai rekonsiliasi. Salah satu contohnya adalah bagaimana proses rekonsiliasi berjalan dengan baik di Aceh. Perdamaian di Aceh memungkinkan pembangunan ekonomi terus berlangsung dan mantan pemberontak sekarang memegang posisi pemerintahan yang penting,” katanya.

Menurut dia kebiasaan dialog memupuk budaya perdamaian, selain mendukung hubungan yang baik di antara negara-negara, dan toleransi di antara kepercayaan dan agama.

“Kami juga percaya bahwa dialog dapat membantu mengatasi ujaran kebencian, radikalisme dan ekstremisme kekerasan,” katanya.

Wakil Presiden menekankan bahwa perdamaian merupakan prasyarat pembangunan. Pembangunan tidak akan mungkin berkelanjutan tanpa perdamaian. Pembangunan dapat bertahan bila dilaksanakan secara adil di dalam dan di antara masyarakat. 

“Oleh karena itu, PBB dan semua organ dan badannya harus terus mempromosikan dan menjamin perdamaian global dan pembangunan yang adil dan berkelanjutan untuk semua anggota. Tidak ada yang tertinggal,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden juga mengungkapkan kenangannya mengenai presiden pertama Afrika Selatan pasca-rezim apartheid tersebut.

“Saya beruntung bertemu dengannya pada tahun 2003. Saya ingat dia sebagai pribadi dengan karakter yang tenang. Seorang tokoh sederhana, tetapi kuat dalam keyakinan. Saya juga sangat menyukai kaos batik kesayangannya yang berwarna-warni, yang mencerminkan semangatnya yang semarak,” katanya.

Baca juga: Wapres hadiri KTT Perdamaian Dunia untuk peringati ultah ke-100 Mandela
Baca juga: Wapres pimpin delegasi Indonesia di Sidang Umum PBB

 

Pewarta: M Arief Iskandar
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Wapres belanja buku di New York

New York, Amerika Serikat (ANTARA News) – Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyempatkan diri untuk berbelanja buku saat berada di New York untuk menghadiri sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di markas organisasi tersebut.

Di sela Konferensi Tingkat Tinggi Perdamaian Dunia guna memperingati ulang tahun ke-100 Nelson Mandela yang diselenggarakan PBB di New York, Senin, Wakil Presiden mengunjungi toko buku yang berada di lantai bawah markas besar organisasi itu dan membeli sejumlah buku.

Buku karya Jason Hickel yang berjudul “The Divide Global Inequality from Conquest to Free Markets” juga masuk dalam keranjang belanjaannya.

Belanja buku merupakan bagian dari kebiasaan Wakil Presiden, yang menjadikan buku sebagai sarana menjelajahi pemikiran-pemikiran terbaru yang muncul di dunia.

“Kalau tidak baca buku kita akan dikuliahi orang, kita ketinggalan,” katanya.

Dia selalu menyempatkan diri membeli buku-buku terbaru setiap bulan, dan memanfaatkan waktu senggang pada pagi dan malam hari untuk membaca buku.

Guna memastikan kebaruan informasi dalam buku, JK biasa melihat tahun pertama terbit. “Beli buku itu lihat tahun terbitnya dulu,” katanya.

Baca juga:
Wapres hadiri KTT Perdamaian Dunia untuk peringati ultah ke-100 Mandela
Wapres pimpin delegasi Indonesia di Sidang Umum PBB

 

Oleh M Arief Iskandar
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kendalikan sampah plastik dari sekolah

Surabaya, (ANTARA News) – Salah satu organisasi lingkungan hidup, Tunas Hijau mengharapkan semua sekolah di Kota Surabaya, Jawa Timur, mampu mengendalikan sampah plastik yang sampai saat ini menjadi permasalahan global.

Ketua Senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni, di Surabaya, Senin, mengatakan salah satu cara yang perlu dilakukan sekolah untuk mengendalikan sampah palstik yaitu dengan cara membentuk, melaksanakan dan mengolah sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

“Ini biasanya sudah dilakukan sekolah-sekolah sudah bergabung dalam kegiatan gerakan peduli lingkungan hidup sekolah atau `Surabaya Eco School 2018`,” katanya.

Menurut dia, ada beberapa kiat sukses dari kegiatan “Surabaya Eco School 2018” di Surabaya antara lain larangan penggunaan sedotan plastik minuman dan makanan dalam kemasan sekali pakai bagi seluruh warga sekolah.

Selain itu, ajakan warga sekolah mengganti botol plastik menggunakan tumbler atau botol minuman yang bisa digunakan jangka panjang serta memisahkan sampah organik/daun dengan menampung di komposter sekolah.

Pada kegiatan tersebut, kata dia, setiap sekolah diminta langsung membuat rencana aksi lingkungan berkelanjutan dan merealisasikan rencana tersebut terutama pada pengolahan sampah.

“Nanti akan ada apresiasi bagi warga sekolah yang sudah melakukan aksi nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup baik di sekolah maupun rumahnya,” katanya.

Zamroni berharap jumlah sekolah “zero waste” atau sekolah tanpa sampah kemasan makanan dan minuman sekali pakai” di Surabaya yang sampai saat ini berjumlah 16 sekolah bisa meningkat pada akhir tahun 2018. “Semoga bisa mencapai 50 sekolah,” ujarnya.

Hal sama juga dilakukan Komunitas Nol Sampah yang terus mengkampanyekan “Diet Sedotan Plastik” di Kota Surabaya dalam beberapa hari ini.

Koordinator Komunitas Nol Sampah Hermawan mengatakan sampah plastik terutama sampah plastik di laut menjadi salah satu isu penting di Indonesia.

Menurut dia, berdasarkan riset Jambeck di 2015 menyebutkan bahwa Indonesia merupakan peringkat kedua dunia sebagai penyumbang sampah plastik ke laut. Jumlahnya mencapai sebesar 1,29 juta ton per tahun atau setara dengan 215.000 gajah jantan Afrika dewasa.

“Perubahan gaya hidup yang cenderung lebih memilih hal yang instan dan praktis menyebabkan menyebabkan sampah plastik di Indonesia termasuk Kota Surabaya dari tahun ke tahun terus meningkat. Faktanya 15-17 persen sampah di Indonesia adalah sampah plastik,” katanya.

Menurut beberapa kajian, sampah plastik di Kota Surabaya terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk 1988 dari total sampah hanya 5,6 persen plastik, namun 2018 sampah plastik meningkat menjadi 15 persen atau sekitar 400 ton per hari.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya mengatakan pengurangan pengunaan botol dan sedotan plastik menjadi perhatian penting sebab kedua benda tersebut acap kali menyumbat saluran dan rumah pompa yang kemudian mengakibatkan banjir.

“Makanya, saya terapkan pembayaran Bus Suroboyo dengan botol plastik, bukan uang,” ujarnya.*

Baca juga: Indonesia suarakan aksi global pengurangan sampah plastik di laut

Baca juga: Di sela konser, Kaka tantang Slankers kurangi pakai sampah plastik

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Mempercantik wajah Indonesia jelang pertemuan IMF-WB

Hong Kong, (ANTARA News) – Dua pekan lagi, Bali akan menggelar hajatan terbesarnya tahun ini sebagai tuan rumah pertemuan tahunan negara-negara anggota Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (Anual Meeting International Monetary Fund-World Bank/AM IMF-WB).

Menjadi istimewa karena AM IMF-WB merupakan pertemuan tertinggi bagi pemangku kepentingan ekonomi di dunia. Sebanyak 22 kepala negara, serta menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 189 negara dijadwalkan akan berada di Bali kurun 8-14 Oktober 2018.

Mata dunia kiranya akan tertuju kepada Indonesia, terutama Bali. Selain kepala negara dan pejabat tinggi pemerintahan, 15 ribu delegasi dari lembaga keuangan internasional, organisasi internasional, pelaku bisnis, akademisi hingga media massa internasional juga akan berkumpul di “Pulau Dewata” itu.

Bali yang memang telah menjadi destinasi favorit bagi pelancong dari berbagai belahan dunia, kini harus meningkatkan kesiapannya. Tamu Pulau Dewata kali ini adalah orang-orang paling berpengaruh terhadap pergerakan roda perekonomian dunia.

Sejak Oktober 2017, Indonesia “mengebut” segala macam persiapan mulai dari pembangunan infrastruktur, akomodasi, logistik, destinasi wisata hingga keamanan.

Ketua Panitia Nasional Penyelenggaran AM IMF WB yang juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan hingga 15 September 2018 persiapan penyelenggaran AM IMF-WB sudah mencapai 94 persen.

Kesiapan infrastruktur terus dipantau setiap hari. Jika terdapat potensi penambahan jumlah delegasi, panitia nasional langsung menyediakan opsi dan fasilitas agar tidak terjadi hambatan konektivitas.

Luhut pada Sabtu (22/9) baru saja meresmikan terowongan bawah tanah (Underpass) Simpang Tugu Ngurah Rai, Badung, Bali, yang menyambungkan Bandara dengan lokasi utama perhelatan AM IMF-WB, Nusa Dua.

Infrastruktur Bandar Udara (bandara) maupun konektivitasnya memang menjadi “wajah” pertama Indonesia yang dipandang oleh delegasi mancanegara. Oleh karena itu, infrastruktur bandara menjadi teramat penting.

Terdapat sejumlah bandara yang menjadi penopang penyelenggaran AM IMF-WB di antaranya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Bandara Internasional Lombok, Bandara Internasional Juanda – Surabaya, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin – Makassar, dan juga Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan – Balikpapan.

Untuk memaksimalkan kesiapan bandara tersebut, beragam pemutakhiran sudah dilakukan. Misalnya pembangunan gedung bagi para tamu super penting atau VVIP di Bandara Ngurah Rai, perluasan apron pesawat, perluasan terminal, hingga penyajian unsur budaya di bandara untuk meyambut para delegasi.

Direktur Pelayanan dan Pemasaran PT. Angkasa Pura I Persero Devi Suradji pada Sabtu (23/9) mengatakan gedung bagi para tamu VVIP sudah selesai, dan kemudian apron juga sudah diperluas untuk menampung kebutuhan parkir pesawat tamu.

Berdasarkan catatan Antara, untuk penyelenggaraan AM IMF-WB ini, Bandara I Nguah Rai akan meningkatan kesiapan, dengan beberapa di antaranya adalah peningkatan jam operasional bandara menjadi 24 Jam, kapasitas landas pacu ditingkatkan menjadi 33 penerbangan setiap jam dari 30 penerbangan, penambahan landas pacu cepat (rapid exit taxiway) menjadi tiga dari dua unit.

Kemudian, konektivitas penyambung juga ditambah dengan pembangunan terowongan (underpass) bandara ke Nusa Dua, peningkatan kapasitas Gedung Parkir Mobil menjadi 1.615 slot kendaraan.

Selanjutnya, layanan penumpang juga dengan menambah konter pemeriksaan tiket (check in) dari 96 unit konter seluas 2.740 meter persegi menjadi 126 unit dengan luas 4.420 meter persegi. 

AP I juga sudah melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai, Ditjen Imigrasi untuk meningkatkan pelayanan bag para delegasi AM IMF-WB.

Selama enam hari penyelenggaraan AM IMF-WB, diperkirakan 100 pesawat setiap harinya mendarat di Bali. Panitia nasional menyiapkan lokasi parkir tambahan bagi pesawat jika kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah penuh. Lokasi parkir itu bisa berada di Bandara Juanda Surabaya, Bandara Lombok, NTB dan Bandara Banyuwangi, Jatim.

Pertimbangan pembangunan infrastruktur bandara untuk menyambut AM IMF-WB tentu tidak dalam kerangka berpikir jangka pendek. Infrastruktur seperti penggerak roda perekonomian bagi sektor-sektor ekonomi lain. Selain bandara, pemerintah juga mempercepat penyelesaian patung Garuda Wisnu Kencana dan pengembangan Pelabuhan Benoa Bali untuk menarik minat melancong para delegasi.

Manfaat Ekonomi

Pemerintah dan Bank Indonesia merogoh kocek hingga Rp855 miliar untuk menyelenggarakan AM IMF-WB. Namun manfaat ekonomi yang dipetik dari gelaran tahunan ini diperkirakan berkali lipat dari anggaran itu.

Pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan juga akan memberikan efek jangka panjang terhadap pergerakan ekonomi di Bali dan daerah sekitar Bali terutama sektor pariwisata.

Studi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyatakan pertemuan ini akan menambah kedatangan 18.000 orang wisatawan mancanegara ditambah 1.800 wisatawan nusantara, sehingga pertumbuhan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 16,4 persen pada 2018.

Kegiatan ekonomi juga meningkat sebesar 0,64 persen, sehingga pertumbuhan ekonomi di Bali diperkirakan pada akhir tahun mencapai 6,54 persen, atau lebih tinggi dari perkiraan tanpa ada acara pertemuan IMF-Bank Dunia, sebesar 5,9 persen.

Tambahan sebesar 0,64 persen tersebut antara lain berasal dari pertumbuhan dari berbagai industri seperti sektor konstruksi 0,26 persen, sektor lain-lain 0,21 persen, sektor hotel 0,12 persen dan sektor makanan serta minuman 0,05 persen.

Total penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia ini memberikan sumbangan kepada perekonomian sebesar Rp7,8 triliun yang diantaranya berasal dari kegiatan konstruksi infrastruktur, penyiapan tempat wisata, hotel dan akomodasi serta perdagangan.

Untuk memaksimalkan dampak ekonomi tersebut, Bappenas merekomendasikan upaya untuk mendorong pengeluaran peserta dan memaksimalkan kunjungan wisata, tidak hanya ke Bali, namun juga destinasi unggulan lainnya.

Destinasi unggulan lainnya selain Bali, adalah Lombok, Yogyakarta, Banyuwangi, Danau Tiba, Tana Toraja, serta Pulau Komodo, Flores dan Sumba.*

Baca juga: Pertemuan IMF-World Bank pertaruhan bagi bangkitnya pariwisata Indonesia

Baca juga: Sambutan istimewa dari Bali untuk delegasi IMF-WB

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Listrik padam lagi

Bandarlampung, (ANTARA News) – Sejumlah warga di Bandarlampung kembali mengeluhkan pemadaman listrik di daerahnya karena mengganggu beragam aktivitas mereka.

“Kami sudah tidak tahu mau bilang apalagi. PLN seenaknya memadamkan aliran begini,” kata Ivan, warga Labuhanratu, Kota Bandarlampung, Sabtu malam.

Ia mengatakan, saat ini sedang berkumpul dengan keluarga termasuk kakaknya yang datang berkunjung ke rumah orang tua mereka sambil membawa anak kecil. Sontak, anak itu menangis ketika melihat suasana gelap.

“Lagi ngobrol dengan kakak yang sudah berapa bulan gak ketemu sambil bermain dengan keponakan, tiba-tiba listrik padam. Keponakan langsung menangis karena takut. Untungnya ada ponsel yang memiliki senter. Untuk sementara bisa menerangi ruangan,” kata dia.

Seorang pelajar di salah satu sekolah menengah pertama di Bandarlampung, M Yusuf pun mengaku terganggu dengan pemadaman listrik itu. Sebab, dirinya walau malam Minggu tetap belajar guna menyelesaikan tugas dari sekolah.

“Saya tadi sedang mengerjakan PR, tiba-tiba listrik padam. Jadi terganggu,” kata dia, ketika bertemu di warung saat membeli lilin.

Dia pun mengaku kecewa dengan seringnya pemadaman listrik apalagi di malam hari karena sangat mengganggu.

“Tetapi pemadaman di Bandarlampung gak bisa diprediksi sih, kadang siang, kadang malam, terserah PLN sepertinya,” kata dia.

Sementara itu, warga pun tidak mengetahui kapan adanya giliran pemadaman listrik karena tidak ada pemberitahuan.

“Saya selalu menghitung hari saja, misal hari ini tiga hari tidak padam, kemungkinan di daerah saya padam,” kata Dodi, warga Kotasepang, Bandarlampung.

Dodi yang bekerja di malam hari sebagai terapis itu, ketika pulang melihat daerah yang dilalui jika terjadi pemadaman, maka kemungkinan di daerahnya tidak lama lagi mendapat giliran.

Dia menyarankan PLN memberikan pengumuman melalui saluran telepon seluler berupa pesan singkat jika akan dilakukan giliran pemadaman, karena jika melalui media cetak atau elektronik, tidak banyak warga yang membaca koran atau menonton TV lokal atau mendengarkan radio.*

Baca juga: Lampu jalanan kota Pekanbaru padam, gara-gara pemkot tunggak tagihan listrik Rp37 miliar

Baca juga: Warga Bengkulu keluhkan pemadaman listrik selama Ramadhan

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Masjid Raya Medan dibersihkan

Medan, (ANTARA News) – Karyawan dan pimpinan Maybank gotong royong membersihkan Masjid Raya Medan dan berbagai kegiatan sosial lainnya sebagai wujud komitmen kampanye kepedulian toleransi dalam keberagaman.

“Aksi sosial itu dilakukan di semua kota yang ada Maybank, dengan membersihkan berbagai rumah ibadah,” ujar Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria di Medan, Sabtu, usai melakukan aksi sosial di Masjid Raya Medan bersama pimpinan dan karyawan yang dihadiri pihak Otoritas Jasa Keuangan dan Yayasan Istana Maimoon dan Masjid Raya.

Masjid Raya Medan atau Masjid Raya Al Mashun yang dibangun pada tahun 1906 itu pada awal pendiriannya menyatu dengan kompleks istana.

Dia menjelaskan, program kampanye kepedulian toleransi dalam keberagaman dengan tajuk Cares of Tolerance in Diversity PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) itu sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Serangkaian inisiatif untuk mendukung nilai-nilai toleransi dalam keberagaman kepada masyarakat di rumah ibadah diharapkan bisa meningkatkan rasa kebersamaan di tengah keberagaman budaya, adat dan agama.

“Kampanye Cares of Tolerance in Diversity merupakan bagian Maybank Global Corporate Responsibility (CR) Day yang sudah dilakukan sejak sembilan tahun lalu.

Tidak hanya di Indonesia, program Maybank Group yang melibatkan lebih dari 20 ribu karyawan Maybank (Maybankers) dilakukan di seluruh dunia

Tahun ini Global CR Day mengangkat tema Maybank Cares-Impact, Engage & Empower.

Selain membersihkan, Maybankers juga berbagi hadiah dan pengetahuan dengan anak-anak dan komunitas tentang pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama melalui berbagi cerita edukatif tentang toleransi dan edukasi keuangan.

“Dengan membantu rumah ibadah apalagi yang identik dengan kerajaan dari suku seperti Masjid Raya yang bagian dari Kerajaan Melayu di Medan, kami berharap bisa memberi kontribusi dalam menjaga sejarah,” ujarTaswin Zakaria.*

Baca juga: Sinergi Maybank Indonesia-Global Wakaf untuk umat

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Menjaga hutan dan budaya masyarakat adat mentawai

Selain sebagai daerah kepulauan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat juga memiliki potensi hutan cukup luas yang tersebar di beberapa pulau besar, yaitu Siberut, Sipora, dan Pagai.

Keberadaan hutan sendiri memiliki arti penting bagi masyarakat adat Mentawai. Sebagai masyarakat tradisional, hubungan antara hutan dan manusia tidak dapat dipisahkan.

Bagi masyarakat Mentawai, hutan sumber kehidupan. Di dalamnya tersedia berbagai macam kekayaan yang mampu memenuhi kebutuhan mereka sehingga bisa bertahan sejak zaman dahulu.

Segala kebutuhan sandang, pangan, dan papan disediakan oleh alam sehingga masyarakat memiliki kepentingan untuk menjaga keberadaan hutan agar dapat terus lestari.

Keberadaan hutan juga erat kaitannya dengan kebudayaan. Interaksi masyarakat dengan alam perlahan mulai membentuk kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah seorang sikerei atau dukun tradisional asal Pulau Siberut, Aikub Sakalio, menyebutkan bagi mereka, hutan segala-galanya. Hutan sumber kehidupan, tempat mereka menggantungkan kehidupan sehari-hari.

Ketakutannya terhadap kerusakan hutan bukanlah tanpa alasan karena aktivitas mereka dalam berbagai hal sangat bergantung dengan keberadaan hutan, dan bahkan eksistensi kebudayaan juga bergantung pada hal tersebut.

“Segala jenis obat-obatan, makanan, bahan-bahan untuk membangun hunian hingga teknologi semua ada di hutan. Dengan itulah kami bertahan hidup,” kata dia.

Bukan hendak menolak pembangunan, akan tetapi sikerei yang hampir seluruh tubuhnya dihiasi tato tradisional itu hanya ingin mempertahankan tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu.

Baginya, banyak kemajuan pembangunan apabila hanya akan menghilangkan hutan dan budaya mereka, maka hal tersebut tidak akan ada gunanya.

Menurut dia, hutan merupakan lambang kemandirian masyarakat Mentawai, sehingganya ia tidak mau apabila hutan yang seharusnya menjadi sumber kehidupan tersebut, rusak maupun habis.

“Mentawai tanpa hutan tidak akan ada artinya,” tegasnya.

Hingga kapan pun ia akan terus mempertahankan keberadaan hutan, agar keseimbangan kehidupan dapat terus terjaga.

Sikerei lainnya, Pangarita Tasiritoitet, mengatakan tanpa adanya hutan maka tidak akan ada budaya. Padahal, apabila tidak ada budaya maka tidak akan ada kehidupan.

Sampai kapan pun, ucap dia, hutan akan tetap menjadi bagian dari kehidupan mereka. Ketika akan melakukan pengobatan, maka ia harus mencari ramuan serta berbagai macam tumbuhan dari hutan.

“Apabila hutan sudah hilang, dari mana kami akan mendapatkan dedaunan untuk pengobatan dan ritual adat lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM) Rifai mengatakan berbagai aspek kehidupan masyarakat Mentawai sangat berkaitan erat dengan hutan.

Kearifan lokal mereka yang ada saat ini, awalnya berangkat dari keberadaan hutan, salah satunya ritual pengobatan yang biasa dilakukan oleh sikerei.

Seluruh kebutuhan ritual berupa daun-daunan akan dicari di hutan. Oleh karena itu, hutan tidak hanya dibutuhkan oleh sikerei, akan tetapi juga dibutuhkan seluruh masyarakat Mentawai.

Dalam hal kesenian, mereka juga terinspirasi oleh alam. Pada tarian yang biasa dilakukan oleh sikerei, gerakannya meniru pola atau tingkah laku binatang yang ada di hutan.

“Kalau di Mentawai sudah tidak ada lagi hutan, maka kebudayaan masyarakat pun akan ikut terancam,” ujarnya.

Pelatih seni dari Sanggar Uma Jaraik Sikerei, Mateus Sakukuret, menyebutkan gerakan tari yang dilakukan oleh sikerei mengambil pola gerakan binatang yang biasa mereka temukan di hutan, seperti burung dan primata.

Setidaknya, terdapat dua tarian yang gerakannya terinspirasi binatang, yaitu tarian Uliyat Manyang atau tarian menyerupai elang serta tarian Uliyat Bilou atau tarian menyerupai bilou yang merupakan primata endemik Mentawai.

Menurut Meteus, setiap gerakannya begitu mirip dengan gerakan binatang yang ditiru. Hal ,itu karena sejak zaman dahulu masyarakat Mentawai sangat dekat dengan hutan sehingga mereka sering berinteraksi dengan hewan-hewan tersebut.

“Ketika beraktivitas di hutan, mereka akan bertemu dengan banyak binatang, sehingga gerakan-gerakan binatang tersebut yang kemudian diadopsi menjadi sebuah tarian,” kata dia.

Perda

Terkait dengan hutan adat, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Uma Sebagai Kesatuan Masyarakat Hukum Adat.

Dalam perda tersebut diatur tentang keberadaan panitia penetapan pengakuan Uma sebagai lembaga bersifat “ad hoc” yang dibentuk untuk melakukan verifikasi terhadap penetapan pengakuan Uma sebagai kesatuan masyarakat hukum adat di Mentawai.

Sekalipun demikian, Rifai menerangkan bahwa yang menjadi kendala saat ini adalah panitia penetapan pengakuan Uma tersebut belum terbentuk sesuai amanat Pasal 1 Ayat 15 Perda No. 11 Tahun 2017.?

Padahal, beberapa komunitas masyarakat adat di Mentawai telah melakukan pemetaan wilayah adat dan mengusulkan permohonan pengakuan wilayah adat tersebut kepada Bupati Kepulauan Mentawai.

Belum terbentuknya panitia tersebut, lantaran belum dikeluarkan surat keputusan (SK) bupati terkait dengan Panitia Penetapan Pengakuan Uma sebagai kesatuan masyarakat hukum adat di Mentawai.

Oleh sebab itu, ia mendorong pemerintah kabupaten setempat segera menindaklanjuti keberadaan Perda ?No. 11 Tahun 2017 dengan segera menerbitkan peraturan bupati (perbub).

Selain itu, rancangan perbub yang ada saat ini agar disempurnakan dengan cara menyederhanakan proses dan kriteria, kemudian dilanjutkan dengan melakukan singkronisasi antara tugas dan kewenangan dalam rancangan perbub tersebut.

Kepastian

Dengan diaturnya hutan di Mentawai sebagai hutan adat, maka masyarakat adat yang mendiami daerah tersebut akan mendapatkan kepastian hak adat dan mendapat pengakuan secara sah.

Rifai menyebutkan ketika sudah ada kepastian hak tersebut, maka masyarakat adat dapat mempertahankan wilayah mereka seandainya ada pihak-pihak luar yang ingin mengambil alih wilayah hutan mereka.

Sementara itu, salah seorang pengurus Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Mentawai, Lukas, mengatakan untuk dapat menjaga eksistensi hutan dan kebudayaan Mentawai, maka seluruh pihak harus saling bersinergi.

Apabila upaya tersebut dijalankan sendiri-sendiri oleh masing-masing pihak maka akan sulit untuk menjaga hutan dan kebudayaan Mentawai tetap eksis.

“Harus ada sinergi dari banyak pihak, baik itu pemerintah, pelaku kebudayaan atau masyarakat adat, budayawan serta LSM yang bergerak di bidang tersebut,” ujarnya.*

Baca juga: Mentawai gelar festival masyarakat adat

Baca juga: Mentawai diharapkan dapat lepas status tertinggal pada 2019

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pelemahan rupiah dan opini liar yang memgikutinya

Manado,  (ANTARA News) – Pelemahan rupiah yang terjadi beberapa waktu terakhir, di mana sempat menyentuh angka Rp15.000 per dolar Amerika Serikat, telah menimbulkan pertanyaan apakah Indonesia akan kembali masuk dalam krisis ekonomi dan keuangan.

Pengamat ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Agus Tony Poputra memberi jawaban untuk pertanyaan itu secara sederhana, “Bila masyarakat menghendakinya”.

Kehendak tersebut diwujudkan lewat respons berlebihan terhadap opini-opini yang menyudutkan dan seringkali liar.

Respons tersebut berupa membeli dolar atau mata uang asing lainnya untuk spekulasi dan perlindungan aset atau utang secara berlebihan, membeli barang-barang impor, atau berbahan baku impor secara panik, dan respons negatif sejenisnya.

Hakikatnya, nilai tukar suatu mata uang terbentuk melalui suatu mekanisme sederhana, yaitu suplai dan permintaan mata uang asing.

Sepanjang proses tersebut terjadi karena cerminan pasar barang dan jasa, misalnya kegiatan ekspor-impor, investasi langsung asing, maupun transaksi pasar keuangan yang normal, maka volatilitas nilai tukar relatif kecil atau relatif stabil.

Namun sebaliknya, nilai tukar mata uang akan menjadi sesuatu yang kompleks dan tidak sesuai kondisi ekonomi riil (terdistorsi) apabila terjadi penggorengan suatu mata uang lewat pembangunan opini-opini yang diarahkan untuk kepentingan para pelaku keuangan yang rakus untuk mendapatkan keuntungan abnormal maupun oleh elit-elit politik yang ingin menjatuhkan ataupun membangun citra negatif terhadap pemerintah.

Dasar opini yang dibangun oleh pihak-pihak yang bertujuan jahat sering terlalu dipaksakan.

Sebagai contoh, pelemahan rupiah saat ini dikaitkan dengan kondisi ekonomi Argentina dan Turki yang sedang mengalami krisis dengan menekankan bahwa Indonesia akan mengalami nasib serupa.

Faktanya, hubungan ekonomi Indonesia dengan kedua negara tersebut dilihat dari perspektif ekspor-impor relatif kecil.

Pada 2017, ekspor Indonesia ke Argentina hanya sebesar 266,41 juta dolar AS atau 0,16 persen dari total nilai ekspor Indonesia, dan ke Turki hanya sebesar 1,17 miliar dolar AS atau 0,69 persen.

Pada tahun yang sama, impor dari Argentina sebesar 1,15 miliar dolar AS atau 0,77 persen dari total impor Indonesia dan dari Turki hanya sebesar 576,24 juta atau 0,38 persen.

Selain itu, pada periode Januari-Juli 2018, ekspor Indonesia ke dua negara relatif stabil yang mana sudah melebihi 50 persen ekspor tahun 2017.

Ini menandakan krisis kedua negara tersebut tidak berpengaruh terhadap Indonesia.

Adanya opini-opini yang kurang mendasar seperti itu, dapat merugikan bangsa secara keseluruhan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih bijak menyikapinya.

Sesungguhnya opini-opini tersebut tidak mampu memberikan efek yang berarti jika tidak direspons berlebihan oleh masyarakat. Kata bijaknya, “Apabila rumah terbakar, jangan ikut membakar rumah kita”.

Menghadapi pelemahan rupiah dan mengantisipasi potensi krisis, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri atas Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang mewakili pemerintah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah membuat kebijakan sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Dari pihak pemerintah, kebijakan yang dibuat di antaranya pengendalian impor lewat instrumen pajak dan penggunaan barang substitusi impor.

Selanjutnya, BI melakukan beberapa kebijakan di antarnya menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 125 basis poin menjadi 5,50 persen selama tahun 2018, melakukan intervensi di pasar valas serentak dengan pembelian SBN di pasar sekunder, dan menyediakan instrumen swap valas dan swap hedging.

Kebijakan-kebijakan di atas sebaiknya diaplikasikan secara cepat dan dinformasikan secara luas agar menjadi signal yang kuat bagi pelaku pasar dan masyarakat.

Sebagai contoh, BI perlu melakukan swap valas dengan pihak-pihak tertentu dengan nilai kurs dan tanggal exercise yang jelas di mana tindakan tersebut diinformasikan secara luas agar menjadi signal tentang berapa nilai tukar yang ingin dituju BI pada kurun waktu tertentu.

Di samping itu, katanya, Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015 yang mewajibkan transaksi domestik menggunakan rupiah perlu ditegakkan secara konsisten untuk mengurangi permintaan mata uang asing.

Tindakan-tindakan seperti ini akan lebih efektif mengurangi efek negatif dari opini yang berseberangan ketimbang perang opini berlebihan yang dapat membingungkan masyarakat.

Dengan demikian, pelemahan rupiah tidak berkembang menjadi krisis ekonomi dan keuangan.

Belum Berdampak

Wakil Ketua Kamar Dagang Industri Sulut Ivanry Matu mengatakan kemerosotan nilai tukar rupiah yang kini berkisar pada Rp15.000 per dolar AS, belum berdampak signifikan di Sulawesi Utara.

Faktanya memang masih banyak orang belanja, baik di mal, pasar, maupun secara dalam jaringan.

Banyak agenda, baik nasional maupun lokal, di Kota Manado dan sekitarnya tetap terlaksana, sementara penghunian hotel di atas angka 50 persen.

Kemerosotan nilai tukar rupiah, menurut dia, tidak berdampak pada perekonomian di Sulut karena masih digerakkan oleh sektor riil atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ivanry menjelaskan secara nasional pelemahan rupiah yang mendekati Rp15 ribu menjadi kekhawatiran, apalagi jika kaitannya dengan politik ekonomi, contohnya kebijakan impor bahan pangan yang tinggi dengan kurs dolar itu menjadi dilematis.

Memang, katanya, di sisi lain sebetulnya impor bahan pangan tidak adil bagi petani.

Akan tetapi, dengan mempertimbangkan dan mengantisipasi kenaikan harga pangan, apalagi pada musim kemarau ini, pemerintah perlu melakukan impor untuk menekan inflasi dan menjamin ketersediaan pangan.

Bagi pengusaha yang produksinya bergantung pada bahan baku impor, ini tentu pukulan berat dan dampaknya juga pasti berdampak pada ekonomi nasional.

“Inilah yang perlu kita waspadai,” katanya.

Di Sulut, katanya, pabrik yang menggunakan bahan baku impor tidak terlalu banyak. Apalagi, rata-rata masih berkategori pengusaha kecil dan menengah sehingga belum mengimpor bahan baku untuk produksi.

Tetapi, katanya, harus dipahami bahwa pelemahan rupiah selalu berdampak pada pengetatan daya beli, apalagi jika nanti suku bunga dinaikkan.

Oleh karena itu ia mengharapkan Bank Indonesia tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuan.

Deputi Direktur Bidang Advisory dan Pengembang Ekonomi Kantor Perwakilan BI Sulut MHA Ridhwan mengatakan pelemahan rupiah saat ini mampu meningkatkan kinerja ekspor di Provinsi Sulut karena dipastikan nilainya meningkat.

Di sisi lain, dampaknya ke daerah pengimpor karena peningkatan biaya beban dalam dolar.

Memang, secara nasional dari sisi harga, pelemahan nilai tukar rupiah berdampak pada peningkatan harga jual barang impor sehingga pelemahan rupiah ini perlu disikapi positif karena mampu meningkatkan devisa dan daya saing produk.

Perkembangan nilai tukar rupiah masih terkendali, ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang terjaga dan langkah stabilisasi secara terukur yang ditempuh Bank Indonesia.

Langkah stabilisasi nilai tukar rupiah pada periode penyesuaian likuiditas global ini juga ditopang dengan upaya mengoptimalkan instrumen operasi moneter untuk tetap menjaga ketersediaan likuditas.

Ke depan, Bank Indonesia terus mewaspadai risiko ketidakpastian pasar keuangan global dengan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya, serta menjaga bekerjanya mekanisme pasar dan didukung upaya-upaya pengembangan pasar keuangan.*

Baca juga: Kenaikan imbal hasil obligasi AS, picu pelemahan rupiah jadi Rp14.895

Baca juga: DPR dukung langkah pemerintah redam pelemahan rupiah

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Menguji adrenalin arung jeram Lukup Badak

Dengan letak di salah satu bagian punggung Pegunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang Pulau Sumatra, Kabupaten Aceh Tengah menyimpan beragam pesona wisata yang tak bisa dilewatkan untuk dikunjungi.

Tempat tujuan wisata itu, salah satunya wisata arung jeram Lukup Badak, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah. Para pecinta wisata air yang ingin menguji adrenalin di arus Sungai Peusangan, tak perlu harus menempuh jalur yang jauh dan waktu berjam-jam dari Kota Takengon menuju lokasi.

Mereka cukup menempuh jarak tujuh kilometer dari Kota Takengon, akan langsung tiba di lokasi arung jeram yang siap menguji fisik dan nyali di tengah sejuknya alam serta hamparan indah Dataran Tinggi Gayo.

Wahana olahraga yang terkenal ekstrem tersebut, resmi melayani para rafter pada 2017, dan tepatnya pada 15-16 Septermber 2018 menjadi salah satu lokasi rangkaian kegiatan Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2018.

“Arung jeram di Lubuk Badak Takengon Aceh Tengah sangat cocok menjadi wisata keluarga dan pecinta wisata lingkungan. Semoga ini menjadi destinasi baru di Takengon mengingat jaraknya tidak jauh dari kota dan menyimpan pesona alam yang luar biasa,” kata Wakil Ketua PKK Aceh Dyah Erti Idawati.

Di sela-sela membuka Takengon Rafting Festival 2018 yang merupakan rangkai dari GAMIFest 2018, Dyah yang juga istri Pelaksana Tugas Gubenur Aceh Nova Iriansyah itu, mengatakan bahwa wisata arung jeram tersebut sangat cocok bagi kalangan keluarga dan pecinta lingkungan.

Dyah mengaku sudah menjajal arus Sungai Peusangan dengan mencoba track rafting sejauh 4,5 kilometer yang berada di kawasan Kabupaten Aceh Tengah tersebut.

“Potensinya sangat luar biasa dan sangat cocok untuk dijadikan sebagai wahana wisata keluarga dan pecinta lingkunga yang patut untuk dicoba dan dikunjungi,” katanya.

Sebagai salah satu tempat digelarnya kegiatan yang bertujuan meningkatkan pembangunan di kawasan Gayo-Alas, agenda itu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Khalisuddin bersama rekan-rekannya untuk mempromosikan wisata Arung Jeram Lukup Badak.

“Kawasan ini baru disulap menjadi kawasan arung jeram pada tahun 2017 dan melalui momen GAMIFEst ini menjadi sarana promosi serta memperkenalkan Arung Jeram Lukup Badak ke masyarakat dunia,” katanya.

Takengon Rafting tersebut merupakan bagian dari ragam atraksi GAMIFest 2018. Adapun ragam atraksi yang akan ditampilkan tersebut, meliputi Destination Photo Contest, Opening Ceremony, tarian massal, Pawai Budaya Gayo Alas, Pentas Wonderful Gayo Alas, Handicraft and Photo Expo, Coffee and Culinary Festival, Lomba Perahu Tradisional dan Jet Ski Exhibition.

Selain itu, Paramotor Show, Camping 100 Tenda, Festival Panen Kopi, Expedisi Burni Telong, Aceh Bike Cross Country, Gathering Pesona Indonesia, Pacu Kuda Tradisional, Aceh Trail Adventure, Festival Agara, wisata arung jeram, pelatihan pariwisata, dan atraksi wisata menarik lainnya.

Meski tergolong baru, Khalisuddin yang didapuk sebagai ketua pengelola dan juga Panitia Takengon Rafting Festival itu mengatakan, pada akhir pekan, wisata arung jeram Lukup Badak kerap dikunjungi oleh rafter yang berasal dari kabupaten yang ada di Aceh, seperti Lhokseumawe dan juga ada dari luar Aceh, seperti Jakarta dan Riau.

Bagi wisatawan yang belum terbiasa dengan olahraga air yang penuh tantangan tersebut, mereka dapat mencoba dengan grade I dan tentu akan didampingi pemandu yang telah memegang sertifikat kompetensi dan profesi.

Khalisuddin menyebutkan wisata arung jeram di Takengon tersebut menawarkan empat grade, di mana masing-masing kelas tersebut akan menikmati sensasi berbeda-beda dalam mengeksplorasi daerah berhawa dingin tersebut.

Ia menyebutkan para rafter yang siap menguji andrenalin dan menjamah Sungai Pasangan tersebut, cukup menyiapkan uang saku mulai dari Rp60 ribu sampai Rp150 ribu.

Tak berhenti di wisata arung jeram, Khalis bersama rekan-rekan juga sudah menginisiasi kawasan tersebut sebagai kawasan wisata lainnya, sehingga para pelancong yang datang ke tempat itu tidak hanya menikmati pesona air, akan tetapi juga bisa melayang-layang di udara nan sejuk tersebut.

Khalisuddin menjelaskan kawasan tersebut juga akan dilengkapi sebagai sarana wisata menguji fisik, mengasah kemampuan, dan yang tak kalah menarik adalah bisa menghabiskan malam dengan berkemah.

“Cita-cita kami membangun kawasan ini menjadi daerah wisata `outdoor` (luar ruangan) dan ini akan dibangun secara bertahap,” katanya.

Ada pun cita-cita yang akan diwujudkan dalam waktu dekat adalah  flying fox dan selanjutnya panahan serta menjadi lokasi perkemahan bagi tamu yang suka bermalam di tenda.

Mari menjajal, menguji adrenalin, dan menikmati pesona alam di kawasan sejuk tersebut! *

Baca juga: Soal mahasiswa meninggal saat arung jeram, polisi usut unsur kelalaian

Baca juga: Tiba-tiba banjir, satu mahasiswi tewas saat arung jeram di Kediri

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Istana Kodriyah Pontianak, cagar budaya yang utuh

“Kayu Ulin Kalimantan selama ini tak pandai ambruk (kuat),” kata seorang pengemudi taksi grab di Pontianak Abdul Aziz, dalam perbincangan dengan Antara, Rabu (19/9).

Ia menyatakan hal itu menjawab pertanyaan masih utuhnya bangunan Istana Kesultanan Kodriyah yang semuanya dengan bahan kayu Ulin.

Hal senada disampaikan seorang pengusaha kayu asal Pontianak Swadana yang menyatakan bahwa kayu Ulin termasuk kayu cukup kuat, dibandingkan dengan kayu lainnya.

Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) sudah lama melarang kayu Ulin dikirim ke luar daerah. Sebab, keberadaan hutan pohon Ulin di Kalimantan Barat semakin menipis.

“Tapi Pemprov Kalimantan Tengah dan Timur tidak melarang pengiriman kayu Ulin keluar daerah. Ya, kalau membawa kayu Ulin dari Kalbar bisa saja di bawa ke Kalteng, baru dikirim ke Jawa,” ucapnya menjelaskan.

Sebagaimana dijelaskan Syarif Hamdan Alkadrie yang masih keluarga di Kesultanan Istana Kodriyah, kepada Antara, Selasa (18/9), istana itu dibangun pada 1773, setelah pembangunan Masjid Jamik Potianak pada 1771.

“Pertama kali dibangun masjid, baru kemudian istana,” ucap Syarif Hamdan menegaskan.

Namun,di laman situsbudaya.id menyebutkan secara historis, Istana Kodriyah mulai dibangun pada tahun 1771 M dan baru selesai pada tahun 1778 M.

Tak beberapa lama kemudian, Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadrie pun dinobatkan sebagai sultan pertama Kesultanan Pontianak, dan mendapatkan pengesahan sebagai Sultan Pontianak dari Belanda pada tahun 1779.

Disebut Istana Kodriyah, karena sesuai dengan tulisan yang masih asli di bangunan yang didominasi warga kuning, termasuk pagar pada bagian depan, dalam Bahasa Arab dengan tulisan warna hitam terbaca istana Kodriyah.

Tapi di papan yang dikeluarkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pontianak di samping kiri istana menyebutkan bahwa bangunan itu masuk situs cagar budaya tertulis Istana Kadriah.

Mengenai warna kuning, kata Syarif, juga dimanfaatkan warna untuk perahu Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadrie yang digunakan untuk meninjau wilayahnya di Sungai Kapuas.

“Itu yang ada di foto perahu sultan juga berwarna kuning di belakangnya ada satu buaya besar yang selalu mengawal. Dominasi warna kuning merupakan simbol kemenangan,” ucapnya.

Di dalam istana berisi berbagai foto keluarga juga peninggalan istana, antara lain guci China, dua kursi singgasana, mahkota, juga peninggalan yang lainnya, termasuk dua kaca berukuran cukup besar di kanan kiri di ruangan tengah dan sejumlah senjata kanon terletak di depan istana.

“Dua kaca besar ini hadiah dari Pemerintah Prancis,” ucap dia.

Antara yang mencermati bangunan itu bersama Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro Heru Sugiyarto menjumpai ada papan kayu ulin di bagian depan yang utuh dengan panjang lebih dari 20 meter lebar sekitar 15 centimeter.

“Bangunan istana masih bisa utuh ya karena berbeda dengan bangunan modern yang proses pembangunannya tidak benar,” ujarnya.

Dari catatan yang ada menyebutkan bahwa Syarif Abdurrahman Alkadrie, seorang putra ulama keturunan Arab Hadramaut pada hari Rabu, 23 Oktober 1771 (14 Rajab 1185 H), membuka hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar.

Usaha membuka hutan itu dilakukan untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal. Pada tahun 1778 (1192 H), Syarif Abdurrahman dikukuhkan menjadi Sultan Pontianak.

Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Masjid Jamik Pontianak (kini bernama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman) dan Istana Kodriyah yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak.

“Kekuasaan Syarif Abdurrahman Alkadrie sampai Natuna. Tapi Pontianak dalam percaturan politik tidak masuk daerah istimewa, seperti Yogyakarta. Tapi pada 1947 pernah menjadi daerah istimewa sampai 1950,” kata Syarif menjelaskan.

Menurut Agus Alkadrie (ajudan Sultan Syarif Abubakar Alkadrie bin Syarif Mahmud Alkadrie bin Sultan Syarif Muhammad Alkadrie), bahwa Istana dibangun berdasarkan konsep syiar Islam. Ia mencontohkan di balai-balai depan ada jendela kaca yang jumlahnya 30 mengadopsi jumlah juz dalam Al Quran.

Ia Sultan Syarif Abubakar Alkadrie bin Syarif Mahmud Alkadrie bin Sultan Syarif Muhammad Alkadrie sesuai silsilah masuk trah ke-9.

“Istana memiliki delapan kamar, sebab ketika itu dihuni sekitar 50 orang yang semuanya masih keluarga,” ucapnya menjelaskan.

Agus memperkirakan bangunan Istana Kodriyah lebarnya sekitar 25 meter dengan panjang sekitar 60 meter berdiri di atas tanah sekitar 5.000 meter persegi.

Dengan masuknya bangunan Istana Kodriyah sebagai situs cagar budaya, kata Syarif Hamdan Alkadrie, Pemprov Kalimantan Barat, membantu untuk biaya perawatan.

“Gubernur Kalimantan Barat sangat memperhatikan keberadaan Istana Kodriyah. Ya sekarang berkembang menjadi objek wisata dan  dikunjungi wisatawan domestik (wisdom) juga wisatawan mancanegara (wisman) yang datang,” ucap Agus menambahkan.

Ia menambahkan pengunjung Istana Kodriyah dari berbagai kota di Indonesia, antara lain, Jakarta, Bandung, Surabaya, juga wisman dari berbagai negara.

“Pengunjungnya rata-rata sekitar 100 orang per harinya. Rata-rata pengunjung datang untuk melihat arsitektur bangunan yang masih utuh, juga peninggalan yang masih ada di istana,” ucapnya seraya menambahkan mencapai Istana Kodriyah tidaklah sulit, sebab berada di tengah-tengah Kota Pontianak.*

Baca juga: Sandiaga kunjungi Istana Kadriya Kesultanan Pontianak

Baca juga: Peserta SMN di Pontianak kunjungi istana perancang lambang Garuda

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Honorer K2 Cirebon menolak penerimaan CPNS umum

Cirebon (ANTARA News) – Sekitar seratus pegawai honorer kategori 2 (K2) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menolak adanya penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil umum karena menganggap merekalah yang berhak menjadi CPNS.

“Kita tuntut dan berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon menolak adanya formasi umum dari pusat,” kata Koordinator Honorer K2 Cirebon Wandi saat melakukan aksi di depan kantor bupati setempat di Cirebon, Rabu.

Menurut Wandi, dengan adanya pembukaan CPNS umum, maka kesempatan mereka yang sudah lama mengabdi di Kabupaten Cirebon akan sia-sia.

Apalagi pemerintah pusat juga memberikan syarat bagi honorer K2 yang bisa mendaftar CPNS harus berusia di bawah 35 tahun. “Ini sangat tidak adil,” katanya.

“Saya harap Bupati Cirebon secepatnya meminta kepada Presiden untuk segera menyelesaikan honorer K2 menjadi CPNS. Jangan malah membuka CPNS umum,” ujarnya.

Wandi mengatakan sembari menunggu regulasi dari pusat terkait penyelesaian honorer K2 secara nasional menjadi CPNS, pemerintah daerah harus mempertimbangkan kesejahteraan yang layak atau upah yang layak minimal kabupaten kepada honorer K2.

“Perhatikan upah kami Pak Bupati, kami sebulan hanya menerima Rp300 ribu. Kami sudah mengabdi puluhan tahun, tolong perjuangkan nasib kami Pak Bupati,” ujarnya.

Pada Rabu seratusan honorer K2 dari beberapa instansi mendatangi kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kantor Bupati Cirebon dan Kantor DPRD Kabupaten Cirebon.

Kedatangan mereka untuk menagih janji Bupati Cirebon yang pernah berucap bahwa Kabupaten Cirebon tidak akan membuka atau CPNS umum.

Baca juga: Ada 2.919 formasi CPNS di DKI
Baca juga: Warga nilai pembuatan SKCK 2018 lebih efisien
Baca juga: Ribuan guru honorer Sukabumi mogok mengajar

Pewarta:
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Khofifah ajak Muslimat proaktif berdayakan ekonomi Madura

Pamekasan (ANTARA News) – Gubernur terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ikut proaktif memberdayakan ekonomi Madura sebagai bentuk peran aktif kaum perempuan pada sektor ekonomi.

“Madura ini memiliki potensi alam yang bagus, dan oleh sebab itu, peran aktif muslimat untuk ikut memberdayakan potensi ekonomi Madura ini sangat dibutuhkan,” ujar Khofifah di Pamekasan, Rabu sore.

Saat menyampaikan sambutan dalam acara Peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah yang digelar oleh Muslimat NU Cabang Pamekasan di halaman Pendopo Pemkab Pamekasan, Khofifah juga minta agar muslimat bisa menjadi peneduh suasana dengan menghargai perbedaan.

“Ingatkan kepada seluruh warganya, bahwa kita harus membangun suasana saling mengingatkan dan menghargai,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, Madura memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Selain dari sektor maritim, potensi ekonomi Madura yang bisa dikembangkan secara maksimal nantinya adalah pada sektor koperasi.

Gubernur terpilih Khofifah Indar Parawansa hadir di acara Muslimat NU Pamekasan itu, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Muslimat NU.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga memberikan santunan kepada puluhan anak yatim.

Acara Peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah dan Santunan pada anak yatim itu diakhiri dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan secara langsung oleh Khofifah Indar Parwansa didampingi Pejabat Bupati Pamekasan Fattah Jasin dan Wakil Bupati Pamekasan terpilih Raja`e.

Ribuan anggota Muslimat Nu dari 178 desa dan 11 kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan menghadiri acara ini, termasuk tim pemenangan Khofifah-Emil saat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim pada 27 Juni 2018.

Baca juga: Khofifah sampaikan program Jatim sejahtera kepada Muslimat NU
 

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ketiadaan Listrik Akibat Musim Kemarau

Warga mengasuh anaknya di dekat lampu minyak teplok sebagai sumber penerangan rumah di Dusun Sokokembang, Desa Kayupuring, Petungkriyono, Pekalongan Jawa Tengah, Selasa (18/9/2018). Selama tiga bulan terakhir, sekitar 100 kepala keluarga di dua dusun wilayah itu mengandalkan lampu minyak teplok untuk penerangan rumah mereka karena sumber aliran listrik utama dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) tidak berfungsi menyusul susutnya debit sungai setempat akibat musim kemarau. ANTARA FOTO/Aji Styawan/ama

Dubes: Program jet untuk perkuat komunitas lokal

Jakarta, (ANTARA News) – Program Japan Exchange and Teaching Program (JET) bertujuan memperkuat komunitas lokal dengan melibatkan pekerja dari luar negeri termasuk Indonesia, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii menjelaskan.

“Kekuatan sosial di Jepang bersumber dari kuatnya hubungan antara masyarakat dan pemerintah daerah,” ujar Dubes Ishii dalam Peresmian Pendirian Asosiasi Alumni JET (JETAA) Cabang Indonesia di kediamannya di Jakarta, Selasa (18/9) malam.

JET merupakan sebuah program pertukaran pemuda yang dilaksanakan oleh Council of Local Authorities for International Relations (CLAIR) bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Jepang (MOFA), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang (MEXT), serta Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang (MIC).

Melalui program ini, organisasi pemerintah daerah Jepang menugaskan pemuda/pemudi dari berbagai negara termasuk Indonesia sebagai staf khusus pemerintah daerah setempat untuk mengajar bahasa asing, olah raga dan lain-lain di SD, SMP ataupun SMA yang ada di seluruh Jepang, serta memberikan kesempatan kerja bagi peserta program pertukaran dari berbagai negara di level pemerintah lokal Jepang.

Indonesia sebagai negara yang luas dengan keragaman budaya, dinilai dapat memanfaatkan para alumni program JET untuk berkontribusi membangun masyarakat dan potensi lokal daerah masing-masing, dengan menerapkan nilai-nilai positif budaya Jepang.

“Agar bisa tumbuh menjadi sebuah negara yang kuat Indonesia harus memiliki komunitas-komunitas sosial yang juga kuat,” ujar Dubes Ishii.

Satrio, seorang alumni Program JET yang pada 2004-2007 mengajar bulutangkis di sebuah SMA di Kota Maesawa, mengaku belajar banyak dari pengalamannya bekerja di Jepang.

Lulusan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Jakarta itu membantu anak-anak didiknya mempelajari teknik dan permainan bulutangkis dengan waktu yang relatif singkat, bahkan mampu membawa mereka bertanding dalam turnamen nasional.

Salah satu anak yang pernah dilatih oleh Satrio, Ayaka Takahashi, bahkan berhasil merebut medali emas badminton nomor beregu putri dalam Asian Games 2018 di Jakarta.

“Selain etos kerja, konsentrasi, kedisiplinan, dan kejujuran yang sudah terlatih sejak kecil, saya rasa pemerintah Jepang berhasil mengembangkan para atletnya justru dari bangku sekolah,” ujar Satrio.

Pria yang kini sehari-hari melatih di sebuah klub badminton di daerah Cilincing, Jakarta Utara, itu berharap Indonesia bisa belajar dari Jepang dalam peningkatan sarana dan prasarana olahraga untuk mendorong prestasi para atlet.

“Bibit-bibit olahragawan kita banyak tetapi sarana prasarana harus ditingkatkan, rekrutmen atlet juga harus benar-benar transparan,” kata dia.*

Baca juga: Asosiasi Alumni JET Cabang Indonesia didirikan

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018